Selasa, 04 Desember 2012

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
 Hasil uji validitas program SPSS 13.0  ditunjukkan dengan membandingkan nilai
component dengan batas signifikan sebesar 0.5 (Santoso, 2007:110). Apabila nilai
component > 0.5 maka item atau variabel yang diteliti adalah valid. Hasil analisis validitas
yang didistribusikan kepada 200 responden untuk tiap-tiap item pertanyaan adalah sebagai
berikut :
Tabel 1
KMO and Bartlett's Test
Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling
Adequacy.  .878
Approx. Chi-Square  4741.256
df  1035
Bartlett's Test of
Sphericity
Sig.  .000
          Sumber : Output SPSS 13.0 Tabel 2
Rotated Component Matrix-3(a)
bahwa dari 65 item pertanyaan yang diuji menunjukkan 46 item pertanyaan yang valid.
 Hasil Uji reliabilitas menunjukkan sejauh mana suatu instrumen dapat memberikan
hasil pengukuran yang konsisten apabila  pengukuran diulang dua  kali atau lebih
(Singarimbun, 1989:122). Uji reliabilitas dalam penelitian ini dinyatakan dengan melihat
nilai Cronbach Alpha (α). Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai
Cronbach Alpha > 0.6 (Sekaran, 2003:311). Adapun hasil analisis uji reliabilitas variabel
dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3
Hasil Uji Reliabilitas
No  Variabel  Alpha  Nilai Batas  Keterangan
1  Keandalan  0.835  0.60  Reliabel
2  Ketanggapan  0.899  0.60  Reliabel
3  Keyakinan  0.874  0.60  Reliabel
4  Empati  0.824  0.60  Reliabel
5  Keberwujudan  0.897  0.60  Reliabel
6  Kualitas Pelayanan  0.845  0.60  Reliabel
7  Kepuasan Konsumen  0.864  0.60  Reliabel
             Sumber : Output SPSS 13.0
 Hasil uji reliabilitas dalam tabel di  atas menunjukkan bahwa secara keseluruhan
item-item pertanyaan yang ada dalam masing-masing variabel adalah reliabel (andal)
karena nilai alpha > 0.6. 
 Jadi dari uji validitas dan reliabilitas di atas dapat disimpulkan bahwa ada beberapa
variabel yang tidak valid dan semua variabel yang digunakan dalam penelitian reliabel.
Semua variabel tersebut digunakan dalam penelitian lebih lanjut, sebab apabila data yang
ada tidak digunakan dalam analisis lebih lanjut dapat menyebabkan hasil yang bias dalam
analisis maka data tetap digunakan dalam analisis. Meskipun banyak buku yang
menyatakan bahwa data yang akan dianalisis harus valid dan reliabel.
HASIL
Setelah data Sekunder dianalisis diperoleh hasil sebagai berikut:
1. Usia
Tabel 1. Konsumen restoran cepat saji menurut usia
Frequency Percent
Valid
Percent
Cumulative
Percent
<18tahun  1 .8 .8 .8
18-23tahun  12 10.0 10.0 10.8
24-30tahun  20 16.7 16.7 27.5
31-40tahun  28 23.3 23.3 50.8
41-50tahun  30 25.0 25.0 75.8
>50tahun  29 24.2 24.2 100.0
Valid
Total  120 100.0 100.0
Konsumen dari restoran cepat saji lebih banyak berusia 24 tahun keatas sehingga
pemilik restoran cepat saji dapat mempertimbangkan faktor usia 24 tahun keatas
sebagai sumber informasi bagi pengembangan atribut pemasarannya. 
2. Jenis Kelamin
Konsumen restoran cepat saji didominasi oleh laki-laki, hal ini dapat dijadikan
pertimbangan para pemilik dari restoran cepat saji dalam mengeluarkan strategi
pemasaran produknya, baik dari segi  kemasan, promosi, tempat, yang dapat
disesuaikan dengan konsumen pria pada khususnya. 
Tabel 2. Konsumen restoran cepat saji menurut jenis kelamin
Frequency Percent  Valid Percent
Cumulative
Percent
pria  76 63.3 63.3  63.3
wanita  44 36.7 36.7  100.0
Valid
Total  120 100.0 100.0
3. Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan S1 mendominasi pengunjung restoran cepat saji, sehingga dapat 70 C. A. Manoppo & Edi A. / Journal of Business Strategy and Execution 2 (2009) 63 - 84
memberikan masukan kepada pemilik dari restoran cepat saji dalam atribut
pemasarannya seperti promosi yang lebih berbobot dan sebagainya.
Tabel 3. Konsumen restoran cepat saji berdasarkan tingkat pendidikan
Frequency  Percent  Valid Percent
Cumulative
Percent
smp  2  1.7 1.7 1.7
sma  40  33.3 33.3 35.0
s1  73  60.8 60.8 95.8
s2  5  4.2 4.2 100.0
Valid
Total  120  100.0 100.0
4. Pekerjaan
Sebagian besar konsumen restoran cepat saji berprofesi sebagai karyawan sehingga
pemilik restoran cepat saji dapat meningkatkan kinerja atribut pelayanannya yang
disesuaikan dengan kebutuhan karyawan, yaitu cepat dan praktis. 
Tabel  4. Konsumen restoran cepat saji berdasarkan jenis pekerjaan
Frequency Percent
Valid
Percent
Cumulative
Percent
direktur  4 3.3 3.3 3.3
manajer  20 16.7 16.7 20.0
karyawan  50 41.7 41.7 61.7
wiraswasta  21 17.5 17.5 79.2
profesional  3 2.5 2.5 81.7
ibu rumah tangga  15 12.5 12.5 94.2
mahasiswa/i  4 3.3 3.3 97.5
lainnya  3 2.5 2.5 100.0
Valid
Total  120 100.0 100.0
5. Jumlah Pengeluaran Perbulan
Sebagian besar konsumen restoran cepat saji memiliki jumlah pengeluaran perbulan
sebanyak  Rp.2-4 Juta, sehingga pemilik restoran cepat saji dapat menyesuaikan strategi
pemasaran pada atribut harga sesuai dengan jumlah pengeluaran perbulan konsumen
restoran cepat saji yaitu Rp.2-4 Juta. C. A. Manoppo & Edi A. / Journal of Business Strategy and Execution 2 (2009) 63 - 84 71
Tabel 5. Kelompok konsumen restoran cepat saji berdasarkan jumlah
pengeluaran perbulan
Frequency  Percent  Valid Percent
Cumulative
Percent
>10 juta  3 2.5 2.5  2.5
7-10 juta  9 7.5 7.5  10.0
4-7 juta  27 22.5 22.5  32.5
2-4 juta  61 50.8 50.8  83.3
<2 juta  20 16.7 16.7  100.0
Valid
Total  120 100.0 100.0
6. Frekuensi Makan Diluar Rumah
Frekuensi makan diluar rumah konsumen  restoran cepat saji berimbang antara
seminggu sekali dan sebulan sekali, ini dapat memberikan masukan kepada para
pemilik restoran cepat saji agar terus menciptakan inovasi atribut pemasarannya agar
tidak terjadi kebosanan atau kejenuhan pelanggan terhadap atribut pemasaran restoran
cepat saji. 
Tabel 6. Konsumen restoran cepat saji berdasarkan frekuensi makan di luar
rumah
Frequency  Percent  Valid Percent
Cumulative
Percent
seminggu sekali  53 44.2 44.2  44.2
sebulan sekali  52 43.3 43.3  87.5
lainnya  15 12.5 12.5  100.0
Valid
Total  120 100.0 100.0
7. Status Pernikahan
Tabel 7. konsumen restoran cepat saji berdasarkan status pernikahan
Frequency  Percent  Valid Percent
Cumulative
Percent
lajang  31 25.8 25.8  25.8
menikah  87 72.5 72.5  98.3
lainnya  2 1.7 1.7  100.0
Valid
Total  120 100.0 100.0
Sebagian besar konsumen dari restoran cepat saji sudah menikah atau berkeluarga,
sehingga pemilik restoran cepat saji dapat menciptakan inovasi atribut produk,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar