Minggu, 28 Oktober 2012

BAB 2

LANDASAN TEORI
2.1 Pengembangan  Variabel Penelitian

variabel yang akan diteliti adalah variabel bebas/independen (X) yaitu variabel yang menjadi sebab terjadinya/terpengaruhnya variabel dependen (Umar, 2002:129) dan variabel terikat/dependen (Y) yaitu variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel independen (Umar, 2002:45). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah keandalan, ketanggapan, keyakinan, empati, keberwujudan, kualitas pelayanan dan variabel terikatnya adalah Kepuasan konsumen.

2.1.1 variabel pengumpulan data

Metode Pengumpulan DataUntuk mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian, metode yang digunakan       adalah metode studi lapangan untuk mengambil data primer dengan menggunakan kuesioner yaitu cara melakukan pengumpulan data yang disajikan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan kepada responden terkait dengan pelayanan yang diterima sehingga responden dapat memberikan jawaban atas pertanyaan secara tertulis. Untuk memudahkan dalam menganalisis data, maka variabel-variabel yang digunakan diukur dengan mempergunakan model skala likert 5 tingkat dengan bentuk penilaian tertinggi 5 (lima) dan terendah 1 (satu).

2.1..2  Data PrimerData 

primer yang dimaksud adalah data kualitatif dan data kuantitatif yang diperoleh langsung dari konsumen restoran cepat saji. Metode yang dipakai dalam pengumpulan data primer ini melalui wawancara terstruktur dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner).


2.1.3 Data SekunderData 

sekunder dapat diperoleh melalui internet, majalah, buku literatur maupun dari instansi yang terkait dalam penelitian ini.


2.2 Hipotesis Penelitian

Berdasarkan hipotesis penelitian,maka hipotesis yang di ajukan dalam peneliti ini adalah: 

 

2.2.1  

ika nilai component lebih besar dari batas signifikan maka butir pertanyaan atau indikator tersebut dinyatakan valid. Dari jumlah responden sebanyak 100 dan batas signifikan sebesar 0.5 didapat bahwa variabel yang valid berjumlah 37 pertanyaan.Reliabilitas/keandalan adalah alat ukur untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang (responden) terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Sugiyono, 2004:41).Uji reliabilitas dalam penelitian ini dinyatakan dengan melihat nilai Cronbach Alpha (α). Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0.6 (Sekaran, 2003:311). Secara umum, keandalan kurang dari 0.60 dianggap buruk, keandalan dalam kisaran 0.70 bisa diterima, dan lebih dari 0.80 adalah baik (Sekaran, 2006:182).Berdasarkan hasil perhitungan didapat indeks reliabilitas dari masing-masing variabel lebih besar 0.60, yang berarti bahwa instrumen tersebut reliabel.

2.2.2

Dengan tingkat kepercayaan 95%, dan estimasi kesalahan (e) sebesar 20%, maka diperoleh ukuran sampel minimal yaitu:
Untuk menghindari adanya kuesioner tidak sah, maka kuesioner disebarkan kepada 130 koresponden. Kuesioner tersebut disebar keberbagai wilayah Jakarta dengan metode penyebaran kuesioner 1 orang setiap setengah jam sehingga mendapat 20 orang pada setiap restoran cepat saji. Penyebaran kuesioner dilakukan pada hari sabtu dan minggu.
Metode Analisis Data : a.    Chi SquareH0= Tidak ada hubungan antara demografi dengan atribut restoran cepat sajiH1= Ada hubungan antara demografi dengan atribut restoran cepat saji
b.    Uji- T berpasangan (paired T-test)H0= Tidak ada perbedaan ekspektasi pelanggan restoran cepat saji dengan kinerja restoran cepat sajiH1= Ada perbedaan ekspektasi pelanggan restoran cepat saji dengan kinerja restoran cepat saji













































 



ANALISIS JURNAL 1

TEMA : PELAYANAN DI RUMAH MAKAN MENENTUKAN KEPUASAN KONSUMEN
JUDUL : ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN RUMAH MAKAN
PENGARANG : Etty Roswitha Ariyani
TAHUN : 2009

LATAR BELAKANG

Melihat kondisi sekarang ini di mana persaingan dalam dunia usaha semakin ketat, maka untuk menghadapi situasi dan keadaan yang demikian pengusaha harus mampu serta cepat dan tanggap dalam mengambil keputusan agar perusahaan yang didirikan dapat berkembang dengan baik.Mendirikan suatu perusahaan bukanlah hal yang mudah, namun memelihara dan mengembangkan perusahaan yang sudah didirikan tersebut merupakan suatu pekerjaan yang jauh lebih sulit. Masalah-masalah akan selalu muncul baik dari dalam perusahaan maupun dari luar perusahaan.Pada prinsipnya setiap perusahaan tatkala menjual produk-produknya akan dihadapkan dengan strategi maupun teknik penjualan yang bagus, sehingga komoditas yang ditawarkannya dapat terjual dengan baik. Adapun salah satu teknik penjualan yang dimaksud adalah terkait dengan bagaimana dan seberapa tinggi kualitas pelayanan yang diberikan terhadap konsumen. Kualitas pelayanan yang diberikan adalah merupakan kinerja terpenting oleh perusahaan bagi kepuasan konsumen. Perusahaan harus memperhatikan hal-hal penting bagi konsumen, supaya mereka merasakan kepuasan sebagaimana yangdiharapkan. Pada dasarnya kepuasan konsumen mencakup perbedaan antara tingkat kepentingan dan kinerja atau hasil yang dirasakan. Dan hakikatnya kepuasan konsumen merupakan evaluasi purna beli di mana alternatif yang dipilih sekurang-kurangnya dapat memberikan hasil (outcome) sama atau melampaui harapan konsumen, sedangkan ketidakpuasan dapat terjadi apabila hasil yang diperoleh tidak memenuhi harapan yang diinginkan konsumen.Terdapat lima dimensi yang dirancang untuk mengukur kualitas pelayanan yang didasarkan pada perbedaan antara nilai harapan dengan nilai kinerja yang dirasakan oleh konsumen yaitu : Reliability, Responsiveness, Assurance, Emphaty dan Tangibles.Masalah pelayanan sebenarnya bukanlah hal yang sulit atau rumit, tetapi apabila hal ini kurang diperhatikan maka dapat menimbulkan hal-hal yang rawan karena sifatnya yang sangat sensitif. Sistem pelayanan perlu didukung oleh kualitas pelayanan, fasilitas yang memadai dan etika atau tata krama. Sedangkan tujuan memberikan pelayanan adalah untuk memberikan kepuasan kepada konsumen, sehingga berakibat dengan dihasilkannya nilai tambah bagi perusahaan. Kita ketahui bisnis Rumah Makan merupakan suatu bentuk usaha yang menawarkan pelayanan jasa, oleh sebab itu manajemen Rumah Makan harus mampu mengetahui kebutuhan serta keinginan yang mampu menciptakan kepuasan bagi konsumennya. Dalam hal ini peranan pemasaran jasa menjadi hal yang penting dalam memasarkan produk Rumah Makan. Ini diperketat dengan semakin tingginya persaingan pada industri Rumah Makan. Untuk dapat bersaing, salah satu strategi pemasaran yang diambil oleh usaha Rumah Makan adalah dengan membuat produk unggulan. Ini tentunya merupakan salah satu strategi yang memberikan keunggulan bagi usaha tersebut agar tetap bertahan.

TUJUAN PENELITIAN

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan konsumen Rumah Makan. Dimensi kualitas pelayanan terdiri dari keandalan, ketanggapan, keyakinan, empati, dan keberwujudan. Hasil analisis data dengan menggunakan analisis regresi menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dari segi keandalan dan empati berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan konsumen, sehingga dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan kepuasan konsumen, maka pihak Rumah Makan harus meningkatkan kualitas pelayanan dari segi keandalan dan mempertahankan kualitas pelayanan dari segi empati.

METODE PENELITIAN

Objek PenelitianPada penelitian ini, objek penelitian adalah mahasiswa yang menjadi konsumen Rumah Makan di wilayah Bintaro Jaya sektor 7. Rumah Makan yang dijadikan penelitian merupakan Rumah Makan umum, bukan Rumah Makan cepat saji.Metode Pengambilan SampelSampel adalah bagian dari populasi yang dijadikan sebagai obyek penelitian. Karena keberadaannya merupakan bagian dari populasi, maka sampel memiliki ciri-ciri yang dimiliki oleh populasinya. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jenis sampelnya adalah simple random sampling. Dalam teknik purposive sampling, seseorang atau sesuatu diambil sebagai sampel karena peneliti menganggap bahwa seseorang atau sesuatu tersebut memiliki informasi yang diperlukan bagi penelitiannya.Dalam penelitian ini, respondennya adalah konsumen yang kebetulan berada di Rumah Makan pada saat pengumpulan data melalui kuesioner. Besarnya sampel yang diperlukan dalam penelitian ditentukan berdasarkan sifat populasi, tingkat ketepatan yang diperlukan, dan sumberdaya yang tersedia bagi peneliti. Dengan berdasarkan pertimbangan tersebut, maka jumlah responden dalam penelitian ini, yaitu 200 responden dengan jumlah pertanyaan yang diajukan sebanyak 65 buah pertanyaan.Variabel PenelitianVariabel adalah suatu konsep yang mempunyai variasi nilai dengan klasifikasi tertentu dan dapat pula diartikan segala sesuatu yang akan dijadikan obyek pengamatan penelitian. Sugiyono (2003:32) menyatakan bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut dari obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini variabel yang akan diteliti adalah variabel bebas/independen (X) yaitu variabel yang menjadi sebab terjadinya/terpengaruhnya variabel dependen (Umar, 2002:129) dan variabel terikat/dependen (Y) yaitu variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel independen (Umar, 2002:45). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah keandalan, ketanggapan, keyakinan, empati, keberwujudan, kualitas pelayanan dan variabel terikatnya adalah Kepuasan konsumen.Metode Pengumpulan DataUntuk mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian, metode yang digunakan adalah metode studi lapangan untuk mengambil data primer dengan menggunakan kuesioner yaitu cara melakukan pengumpulan data yang disajikan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan kepada responden terkait dengan pelayanan yang diterima sehingga responden dapat memberikan jawaban atas pertanyaan secara tertulis. Untuk memudahkan dalam menganalisis data, maka variabel-variabel yang digunakan diukur dengan mempergunakan model skala likert 5 tingkat dengan bentuk penilaian tertinggi 5 (lima) dan terendah 1 (satu).Validitas dan ReliabilitasValiditas adalah suatu ukuran yang mengukur sah atau valid tidaknya suatu instrumen (kuesioner). Suatu instrumen yang valid atau sah mempunyai validitas yang tinggi, sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas yang rendah (Ghozali, 2005:45).Tipe validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas konsep (construct validity). Validitas konsep adalah tipe validitas yang menunjukkan seberapa baik hasil yang diperoleh dari penggunaan ukuran cocok dengan teori yang mendasari desain tes (Sekaran, 2006:44).Uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai component dengan batas signifikan sebesar 0.5 (Santoso, 2007:110). Jika nilai component lebih besar dari batas signifikan maka butir pertanyaan atau indikator tersebut dinyatakan valid. Dari jumlah responden sebanyak 100 dan batas signifikan sebesar 0.5 didapat bahwa variabel yang valid berjumlah 37 pertanyaan.Reliabilitas/keandalan adalah alat ukur untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang (responden) terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Sugiyono, 2004:41).Uji reliabilitas dalam penelitian ini dinyatakan dengan melihat nilai Cronbach Alpha (α). Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0.6 (Sekaran, 2003:311). Secara umum, keandalan kurang dari 0.60 dianggap buruk, keandalan dalam kisaran 0.70 bisa diterima, dan lebih dari 0.80 adalah baik (Sekaran, 2006:182).Berdasarkan hasil perhitungan didapat indeks reliabilitas dari masing-masing variabel lebih besar 0.60, yang berarti bahwa instrumen tersebut reliabel. Dengan demikian instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah reliabel atau dapat diandalkan dan responden cukup konsisten dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan pada instrumen. Uji validitas dan reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan mengunakan software SPSS 13.0.

KESIMPULAN DAN SARAN

KesimpulanBerdasarkan hasil analisis dan pembahasan setelah dilakukan pengujian mengenai pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen Rumah Makan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa :

1. Terdapat pengaruh signifikan dari keandalan dan empati pada kualitas pelayanan Rumah Makan

.2. Terdapat pengaruh signifikan dari kualitas pelayanan pada kepuasan konsumen Rumah Makan.Dari kesimpulan di atas dapat dijelaskan bahwa kepuasan konsumen Rumah Makan sangat dipengaruhi oleh kualitas pelayanan terutama dari segi keandalan dan empati.SaranDari hasil penelitian menunjukkan bahwa keandalan dan empati mempunyai pengaruh signifikan pada kualitas pelayanan, maka pihak Rumah Makan hendaknya lebih memperhatikan keandalan dan empati pada kualitas pelayanan untuk membawa image yang semakin baik bagi perusahan. Sedangkan untuk variabel ketanggapan, keyakinan, dankeberwujudan hanya berpengaruh tetapi tidak terbukti berpengaruh secara signifikan untuk penelitian pada konsumen rumah Makan. Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat dikemukakan beberapa saran yang diharapkan dapat bermanfat bagi perusahaan atau pihak lain yang berkepentingan. Adapun saran yang diberikan, antara lain :1. Ketanggapan merupakan variabel yang menunjukkan keinginan dan kemauan karyawan Rumah Makan dalam memberikan pelayanan kepada konsumen. Pihak manajemen Rumah Makan perlu memberikan motivasi yang besar agar seluruh karyawan Rumah Makan mendukung kegiatan pelayanan kepada konsumen secara adil. Akan lebih baik jika motivasi yang diberikan kepada karyawan berupa imbalan yang sesuai dengan kemampuannya.2. Keyakinan karyawan Rumah Makan pada pengetahuan, kompetensi dan sifat atau perilaku kepada konsumen penting dijaga agar konsumen yakin akan keputusannya dalam memilih Rumah Makan adalah keputusan yang benar dan tepat.

3. Keberwujudan harus dimiliki pada Rumah Makan dan karyawan, karena keberwujudan ini akan terlihat langsung oleh konsumen, maka dari itu keberwujudan harus diperhatikan untuk tetap menarik dan modern.

ANALISIS JURNAL 2

TEMA : APLIKASI PEMESANAN MAKANAN DAN MINUMAN PADARUMAH MAKAN
JUDUL : APLIKASI YANG DIGUNAKAN PADA RUMAH MAKAN
PENGARANG :Adi Sasongko,
TAHUN : 2005

LATAR BELAKANG

Kemajuan teknologi komputer berkembang dengan sangat pesat. Jika pada tahun1980-an dan 1990-an awal merupakan masa di mana komputer desktop mengalamiperkembangan yang pesat, sedangkan tahun 1990-an akhir sampai sekarang ini adalahmasa perkembangan komputer dalam skala kecil yang bisa digenggam dan dibawabawa.Hal ini dikarenakan mobilitas orang-orang sudah semakin tinggi dan akankesulitan jika harus memakai komputer desktop. Komputer dalam skala kecil itudinamakan PDA (Personal Digital Assistant).2PDA didesain pertama kali untuk menjadi organizer pribadi yang fasilitasnyamencakup buku alamat, memo dan kalkulator sederhana. Salah satu keuntungan PDAadalah kita bisa melakukan sinkronisasi data-data dengan komputer desktop.Sekarang ini, seiring dengan kemajuan teknologi perangkat keras, fungsi PDA takubahnya seperti komputer desktop, tetapi berukuran kecil. Saat ini, PDA sudah dapatdigunakan untuk mengirim dan menerima email, browsing internet dan sebagainya.Oleh karena itulah penggunaan PDA dapat digunakan sebagai sarana implementasiaplikasi pemesanan restoran, hal ini karena sifat PDA yang mudah dibawa ke manamanamemudahkan pelayan mencatat pesanan dan mengirimkannya ke kasir
TUJUANaplikasi ini di gunakan untuk memberikan solusi untuk mempermudah pelayanan di dalam industri rumah makan.

METODE PENULISAN

Pembuatan skripsi ini dilakukan dengan melakukan studi pustaka yaitu denganmencari buku-buku yang berkaitan dan dokumentasi lainnya, serta penggunaanfasilitas internet yang berupa jurnal-jurnal maupun tutorial.

DATA-DATA

Perangkat Bergerak (Mobile Device)Perkembangan komputer yang mengarah pada ukuran yang lebih kecil bahkanseukuran tangan atau dapat digenggam merupakan hal yang terus berkembang padasaat ini. Misalnya laptop, handphone atau telepon seluler, dan PDA (Personal DigitalAsistant). Untuk saat ini pada PDA terdapat tiga buah sistem operasi yang dominandigunakan, yaitu Symbian, Pocket PC dan PalmOS. Meskipun ada juga yangmenggunakan Linux sebagai sistem operasinya. Sedangkan sistem operasi yang akandipakai dalam aplikasi ini adalah PalmOS.“Palm pertama kali dijual pada tahun 1996, setelah itu menjadi OS open licencedyang dibuat oleh berbagai produsen mobile device. PalmOS juga menyediakan basicfeature yaitu email, dan messaging. Salah satu keuntungan dari Palm adalah bahwahardware manufacture dapat menambahkan beberapa tool untuk digabungkan denganhardware yang berbasis PalmOS tadi, misalnya dengan menambahkanCompactFlash, Springboard, dan Palm clip-on. Untuk produk masa depan, PalmOSdikonsentrasikan pada wireless connectivity, bluetooth support, dan multi-languagesupport.”13.2 Emulator PalmOSUntuk mengimplementasikan aplikasi ini sebaiknya pada perangkat PDAPalm sebenarnya, namun apabila mengujinya terlebih dahulu dapat menggunakanemulator PalmOS.

3Gambar 1 : Emulator Palm OS3.3 Pemrograman Berorientasi ObyekPemrograman berorientasi objek adalah paradigma pemrograman yangmemodelkan masalah menjadi objek terpisah dan berdiri sendiri. Pemrogramanberorientasi objek mempunyai beberapa ciri khusus dibandingkan dengan metodepemrograman lain. Pemrograman berorientasi objek selalu menggunakan kelas untukmengenkapsulasi (membungkus) aksi yang ada dalam suatu komponen. Aksi ini jugatermasuk atribut data dan method. Objek dalam kategori pemrograman inimempunyai kemampuan untuk menyembunyikan bagian implementasi mereka dariobjek lainnya. Prinsip seperti ini disebut sebagai “penyembunyian informasi/information hiding”.Beberapa objek memang mungkin dapat berkomunikasi dengan menggunakanmetode tertentu yang ditentukan/ didefinisikan oleh pemrogram. Tetapi pada kondisinormal, objek ini akan menyembunyikan aksi dan atribut apa saja yang ada dalamstrukturnya.3.4 Java untuk Aplikasi WirelessAlasan dipilih Java untuk aplikasi komunikasi bergerak :Bahasa pemrograman yang aman, karena selalu dieksekusi dengan java virtualmachine untuk eksekusi kode.Bahasa yang kokoh, penggunaan garbage collector akan mengurangi waktu yangdiperlukan untuk menemukan kebocoran dalam penggunaan memori. Portabilitasnyasangat berguna dalam aplikasi-aplikasi wireless, dengan menulis sebuah programsaja, dapat dijalankan di berbagai peralatan dan dapat dikirimkan ke sebuah peralatanmelalui jaringan wireless (Over The Air Provisioning).

KesimpulanDengan mengacu pada pembahasan bab sebelumnya maka permasalahan yang terjadiseperti:§ Adanya pencatatan pemesanan yang rangkap (redudansi) dapat diatasi denganmelakukan verifikasi pemesanan.§ Tidak urutnya pesanan yang dibuat akibat bertumpuknya pesanan di dapurdapat diatasi dengan pemrosesan “first in first out”yaitu pesanan yangpertama masuk dibuat terlebih dahulu. Serta penggunaan kode pelayan yangberbeda untuk menghindari kesalahan akibat pemesanan yang sama.18§ Kesalahan pencatatan pemesanan akibat sulitnya membaca pesanan yangditulis dengan tangan dapat diatasi dengan penggunaan komputerisasi sebagaiinputan.Pelayan dapat langsung pindah ke meja pelanggan tanpa terlebih dahulu ke bagiankasir dan dapur untuk menyerahkan pesanan. Hal ini dapat menghemat waktu dalamkeadaan ramai pengunjung.4.2 SaranAplikasi pemesanan makanan yang penulis buat masih sederhana dan jauh darikesempurnaan, kurangnya pengetahuan, dana, fasilitas menyebabkan banyak sekalikekurangan pada apliaksi ini seperti harus memasukkan kode makanan yang dipesansehingga memakan waktu, sehingga penulis mengharapkan untuk dapat memakai ceklist sebagai penggantinya, dan untuk pengembangan lebih lanjut penulismengharapkan aplikasi ini dapat diimplementasikan pada PDA Palm yangsesungguhnya. Semoga penulisan ini dapat berguna dan memberikan sedikitpengetahuan tentang pembuatan sebuah aplikasi kepada pembaca.

ANALISIS JURNAL 3

ANALISIS ATRIBUT PEMASARAN PADA BEBERAPA RESTORAN CEPAT SAJI DIJAKARTA
Tema   : PemasaranPengarang : 

Chandra Adhitya Manoppo, Edi Abdurachman

Tahun  : 2009

Latar Belakang Masalah :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah atribut pemasaran untuk beberapa restoran cepat saji di Jakarta saat ini telah sesuai dengan ekspektasi konsumen atau tidak. Serta untuk mengidentifikasikan dan menganalisis hubungan antara demografi (Jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, jumlah pengeluaran perbulan, frekuensi makan diluar rumah, status pemikahan) dengan atribut pemasaran (produk, harga, pelayanan, promosi, tempat) dari restoran cepat saji. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literature, pengolahan data primer menggunakan metode survey dengan teknik penyebaran kuisioner. Responden yang diteliti sejumlah 120. Studi ini menghasilkan empat hal penting. Pertama,atribut produk, harga, dan lokasi berhubungan dengan jumlah pengeluaran perbulan, frekuensi makan diluar rumah, dan status pernikahan. Kedua, atribut pelayanan berhubungan dengan usia, pekerjaan, jumlah pengeluaran perbulan, dan status pernikahan. Ketiga, atribut promosi berhubungan dengan usia dan pekerjaan. Untuk ketiga hal diatas maka diperlukan inovasi pemasaran berdasarkan keterkaitan antara demografi dengan atribut pemasaran dari restoran cepat saji. Keempat, kinerja beberapa restoran cepat saji pada atribut promosi dan tempat, sudah sesuai dengan ekspektasi konsumen bahkan pada beberapa restoran cepat saji, atribut tempat telah melebihi ekspektasi konsumen, sehingga atribut pemasaran promosi dan tempat perlu dipertahankan. Sedangkan atribut harga, produk, dan pelayanan belum sesuai dengan ekspektasi konsumen, sehingga perlu peningkatan kinerja dari restoran cepat saji terse but untuk selalu sesuai dengan ekspektasi konsumen.

Masalah :

“Apakah atribut pemasaran (produk, harga, pelayanan, promosi, tempat)  dari restoran cepat saji berkaitan dengan demografi (Jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, jumlah pengeluaran perbulan, frekuensi makan diluar rumah, status pemikahan) ?”“Apakah atribut pemasaran tersebut sudah dapat mencapai ekspektasi konsumen?”
Tujuan Penelitian :
Untuk mengidentifikasikan dan menganalisis hubungan antara demografi (Jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, jumlah pengeluaran perbulan, frekuensi makan diluar rumah, status pemikahan) dengan atribut pemasaran (produk, harga, pelayanan, promosi, tempat) dari restoran cepat saji.



Metodologi Penelitian :

Metode Pengumpulan Data :Terdapat dua jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini, yaitu data primer dan data sekunder.

1. Data PrimerData primer yang dimaksud adalah data kualitatif dan data kuantitatif yang diperoleh langsung dari konsumen restoran cepat saji. Metode yang dipakai dalam pengumpulan data primer ini melalui wawancara terstruktur dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner)

2. Data SekunderData sekunder dapat diperoleh melalui internet, majalah, buku literatur maupun dari instansi yang terkait dalam penelitian ini.

SampelMetode pengambilan sampel adalah penarikan sampel secara probabilitas (Probability Sampling). Metode ini digunakan karena banyaknya populasi dari orang yang membeli produk dari restoran cepat saji juga di karenakan oleh keterbatasan waktu, tenaga dan biaya. Berikut adalah perhitungan jumlah ukuran sampel:


Dengan tingkat kepercayaan 95%, dan estimasi kesalahan (e) sebesar 20%, maka diperoleh ukuran sampel minimal yaitu:
Untuk menghindari adanya kuesioner tidak sah, maka kuesioner disebarkan kepada 130 koresponden. Kuesioner tersebut disebar keberbagai wilayah Jakarta dengan metode penyebaran kuesioner 1 orang setiap setengah jam sehingga mendapat 20 orang pada setiap restoran cepat saji. Penyebaran kuesioner dilakukan pada hari sabtu dan minggu.
Metode Analisis Data : a.    Chi SquareH0= Tidak ada hubungan antara demografi dengan atribut restoran cepat sajiH1= Ada hubungan antara demografi dengan atribut restoran cepat saji
b.    Uji- T berpasangan (paired T-test)H0= Tidak ada perbedaan ekspektasi pelanggan restoran cepat saji dengan kinerja restoran cepat sajiH1= Ada perbedaan ekspektasi pelanggan restoran cepat saji dengan kinerja restoran cepat saji
c.    Uji validitas dan ReabilitasUji validitas adalah suatu item pertanyaan dalam suatu kuesioner yang dipergunakan untuk mengukur suatu konstruk (variabel) yang akan diteliti.Uji reabilitas adalah untuk melihat rangkaian kuesioner yang dipergunakan untuk mengukur rangkaian suatu konstruk tidak mempunyai kecenderungan tertentu. Nilai lazim yang dipakai adalah 0,7 perhitungan dengan SPSS sama dengan perhitungan validitas Corrected Item to Total Corelation. Nilai yang dilihat adalah Alpha.
Hasil :
1. Usia 
Konsumen restoran cepat saji lebih banyak berusia 24 tahun keatas sehingga pemilik restoran cepat saji dapat mempertimbangkan faktor usia 24 tahun keatas sebagai informasi dalam mengembangkan atributnya pemasaran.
2. Jenis Kelamin
Konsumen restoran cepat saji lebih banyak dikunjungi oleh laki-laki. Maka hal ini dapat memberikan pertimbangan kepada pemilik restoran cepat saji dalam mengeluarkan strategi pemasaran produk, baik dalam segi kemasan, promosi, tempat yang disesuaikan dengan konsumen laki-laki.
3. Tingkat Pendidikan
Dikarenakan konsumen restoran cepat saji lebih dominan pada tingkat pendidikan S1 maka hal ini dapat memberi masukan kepada pemilik restoran cepat saji agar atribut pemasarannya lebih berbobot.
4. Pekerjaan
Konsumen restoran cepat saji sebagian besar berprofesi sebagai karyawan maka pemilik restoran cepat saji harus dapat meningkatkan atribut pelayanannya agar sesuai dengan kebutuhan karyawan yang cepat dan praktis.
5. Jumlah Pengeluaran Perbulan

Konsumen cepat saji mempunyai jumlah pengeluaran perbulan yaitu Rp.2-4 juta perbulan. Hal ini dapat menjadi masukan untuk pemilik restoran cepat saji agar dapat menyesuaikan atribut harga dengan pengeluaran perbulan konsumen.
6. Frekuensi Makan Diluar Rumah
Frekuensi makan diluar rumah konsumen berimbang antara seminggu sekali dan sebulan sekali. Maka pemilik restoran cepat saji harus menciptakan inovasi dalam atribut pemasaran agar konsumen tidak jenuh terhadap restoran cepat saji.
7. Status Pernikahan
Sebagian besar konsumen sudah menikah atau berkeluarga sehingga pemilik restoran cepat saji harus menciptakan gagasan atribut produk yang sesuai dengan kebutuhan keluarga.
Tes Chi Square Demografi dengan Atribut Pemasaran1. Demografi dengan Produk
Jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, tidak ada hubungannya dengan atribut produk sedangkan jumlah pengeluaran perbulan, frekuensi makan diluar rumah dan status pernikahan ada hubungannya dengan atribut produk dari restoran cepat saji.
2. Demografi dengan Harga
Jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, tidak ada hubungan dengan atribut harga. Sedangkan jumlah pengeluaran perbulan, frekuensi makan diluar rumah, dan status pernikahan ada hubungannya dengan atribut harga pada restoran cepat saji.
3. Demografi dengan Layanan
Jenis kelamin, tingkat pendidikan, frekuensi makan diluar rumah dengan atribut pelayanan. Sedangkan usia, pekerjaan, jumlah pengeluaran perbulan, dan status pernikahan ada hubungannya dengan atribut pelayanan dari restoran cepat saji.
4. Demografi dengan Promosi

Jenis kelamin, tingkat pendidikan, jumlah pengeluaran perbulan, frekuensi makan diluar rumah, status pernikahan dengan atribut promosi. Sedangkan usia dan pekerjaan ada hubungannya dengan atribut promosi dari restoran cepat saji.
5. Demografi dengan Tempat (Lokasi)
Jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, frekuensi makan diluar rumah dengan atribut tempat (lokasi). Sedangkan pekerjaan,jumlah pengeluaran perbulan, status pernikahan ada hubungannya dengan atribut tempat (lokasi) dari restoran cepat saji.

Uji Paired-Sample T-Test Kinerja dari Beberapa Restoran Cepat Saji di Jakarta1. Ekspektasi konsumen dengan kinerja Kentucky Fried Chicken (KFC)
Promosi dan lokasi dari KFC sudah sesuai dengan ekspektasi konsumen sedangkan untuk harga, produk dan pelayanan masih ada perbedaan ekspektasi konsumen dengan kinerja dari KFC.
2. Ekspektasi konsumen dengan kinerja Mc Donald
Promosi dan lokasi dari McD sudah sesuai dengan ekspektasi konsumen sedangkan untuk harga, produk dan pelayanan masih ada perbedaan ekspektasi konsumen dengan kinerja dari McD.
3. Ekspektasi konsumen dengan kinerja Texas Fried Chicken
Hanya lokasi dari TFC yang sudah sesuai dengan ekspektasi konsumen sedangkan untuk harga, pelayanan, produk dan promosi masih ada perbedaan ekspektasi konsumen dengan kinerja dari TFC.
4. Ekspektasi Konsumen dengan kinerja Wendys
Lokasi dan promosi dari WED sudah sesuai dengan ekspektasi konsumen sedangkan untuk harga, produk, dan pelayanan masih ada perbedaan ekspektasi konsumen dengan kinerja dari WED.
5. Ekspektasi konsumen dengan kinerja Hoka-Hoka Bento

Lokasi dan promosi dari HHB yang sudah sesuai dengan ekspektasi konsumen. Sedangkan untuk harga, pelayanan dan produk  masih ada perbedaan ekspektasi dari konsumen dengan kinerja dari HHB.
6. Ekspektasi konsumen dengan kinerja California Fried Chicken (CFC)
Hanya lokasi dari CFC yang sudah sesuai dengan ekspektasi konsumen sedangkan untuk harga, produk, pelayanan dan promosi masih ada beberapa perbedaan ekspektasi konsumen dengan kinerja dari CFC.
7. Ekspektasi konsumen dengan kinerja Es Teler 77

Hanya lokasi dari ET77 yang sesuai dengan ekspektasi konsumen sedangkan untuk harga, pelayanan, produk dan promosi masih ada perbedaan ekspektasi konsumen dengan kinerja ET77.


Kesimpulan :
1. Atribut produk, harga, dan pelayanan dari performance restoran KFC harus dipertahankan karena telah memenuhi ekspektasi konsumen, untuk atribut lokasi cukup berlebihan karena telah melebihi ekspektasi dari konsumen. Atribut promosi dari KFC merupakan prioritas terendah apabila KFC ingin meningkatkan performa nya dikarenakan konsumen tidak terlalu peduli dalam atribut promosi.
2. Atribut produk, harga dan pelayanan dari performa restoran McD harus dipertahankan karena telah memenuhi ekspektasi konsumen restoran cepat saji, untuk hal lokasi dirasa cukup berlebihan karena sudah melebihi ekspektasi dari restoran cepat saji. Promosi dari McD merupakan prioritas terendah apabila McD ingin meningkatkan performa nya dikarenakan konsumen tidak terlalu mengharapkan dalam atribut promosi.
3. Atribut produk, harga dan pelayanan dari Texas Fried Chicken (TFC) harus dipertahankan karena telah memenuhi ekspektasi konsumen. Dalam hal lokasi dan promosi dari TFC merupakan prioritas terendah bila TFC ingin meningkatkan performance karena konsumen juga tidak terlalu mengharapkan atribut promosi dan lokasi.
4. Atribut produk, harga, dan pelayanan dari performa restoran cepat saji Wendys (WED) harus dipertahankan karena telah memenuhi ekspektasi konsumen.Dalam hal lokasi dan promosi dari WED merupakan prioritas terendah bila TFC ingin meningkatkan performance karena konsumen juga tidak terlalu mengharapkan atribut promosi dan lokasi.
5. Atribut produk, harga, dan pelayanan dari performa Hoka-Hoka Bento (HHB) harus dipertahankan karena telah memenuhi ekspektasi konsumen. Sedangkan lokasi dan promosi dari HHB merupakan prioritas terendah apabila HHB ingin meningkatkan performanya dikarenakan para konsumen cepat saji tidak mengharapkan atribut promosi dan lokasi.
6. Atribut harga dan pelayanan dari performa cepat saji CFC harus dipertahankan karena sudah memenuhi ekspektasi konsumen restoran cepat saji. Dalam hal produk, performa dari CFC harus ditingkatkan karena tidak sesuai dengan ekspektasi konsumen yang tinggi. Untuk lokasi dan promosi dari CFC merupakan prioritas terendah bila CFC ingin meningkatkan performanya karena konsumen tidak terlalu mengharapkan atribut promosi dan lokasi.
7. Atribut produk, harga dan pelayanan dari Es Teler 77 ( ET77) harus dipertahankan karena sudah memenuhi ekspektasi konsumen restoran cepat saji. Untuk hal lokasi dirasa cukup berlebihan karena sudah melebihi ekspektasi dari konsumen dan promosi dari ET77 merupakan prioritas terendah apabila ET77 ingin meningkatkan performanya dikarenakan para konsumen restoran cepat saji tidak mengharapkan atribut promosi.



Kamis, 18 Oktober 2012

PENGERTIAN PEMASARAN

PENGERTIAN PEMASARAN

     pengertian pemasaran sering diartikan dengan penjualan. Pengertian pemasaran sebenarnya lebih jaug dari kegiatan penjualan. Bahkan sebaliknya, penjualan adalah sebagian dari kegiatan pemasaran.
     Tujuan kegiatan pemasaran bukanlah sederhana dan sepihak tetapi tujuan sebenarnya adalah demi kepentingan perusahaan juga. Konsumen yang puas karena kebutuhannya terpenuhi akan merupakan pelanggan yang menguntungkan perusahaan.
     Secara umum pemasaran adalah kegiatan pemasar untuk menjalin bisnis guna memenuhi kebutuhan pasar dengan barang atau jasa, menetapkan harga, mendistribusikan, serta mempromosikannya melalui proses pertukaran agar memuaskan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan.

Unsur pokok dalam kegiatan pemasaran adalah :
1. Pemasar
2. Barang dan jasa
3. Pasar
4. Proses pertukaran

LINGKUP PENGERTIAN PEMASARAN

Pemasaran Mikro Eksternal
      Lingkp pemasaran pada pengertian di atas melibatkan antara kepentingan internal pemsar dengan pasar pada posisi eksternal perusahaan. Pengertian pemasaran yang melibatkan lingkup mikro perusahaan dengan orientasi eksternal dapat dikelompokkan sebagai pengertian pemasaran mikro-eksternal atau sering disebut sebagai pemasaran eksternal.

Pemasaran Mikro-Internal
     Untuk mencapai tujuan organisasi pada lingkup mikro perusahaan, dukungan pihak internal (pemidal, pelaksana, pengelola) sangat diperlukan. Mereka mempunyai kebutuhan-kebutuhan yang juga perlu dipenuhi. Perusahaan perlu memenuhi kebutuhan mereka agar tujuan organisasi dapat terpenuhi.

Pemasaran Makro Eksternal
     Pemasaran perusahaan-perusahan dalam skala makro dengan kapasitasnya sbagai satuan produsen berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat. tersebut. Masyarakat sebagai pihak eksternal merupakan sasaran pemasaran produsen dalam lingkup makro. Kualitas kehidupan secara makro yang lebih baik dapat diciptakan dan tersebar dalam masyarakat.

Minggu, 14 Oktober 2012

BAB 1
TEMA : PELAYANAN DAN PENERAPAN APLIKASI  SERTA PEMASARAN PADA RUMAH MAKAN

LATAR BELAKANG :
Masalah pelayanan sebenarnya bukanlah hal yang sulit atau rumit, tetapi apabila hal ini kurang diperhatikan maka dapat menimbulkan hal-hal yang rawan karena sifatnya yang sangat sensitif. Sistem pelayanan perlu didukung oleh kualitas pelayanan, fasilitas yang memadai dan etika atau tata krama. Dengan berkembangnya teknologi komputer yang sangat pesat. Jika pada tahun 1980-an dan 1990-an awal merupakan masa di mana   komputer desktop mengalami perkembangan yang pesat, sedangkan tahun 1990-an akhir sampai sekarang ini adalah masa perkembangan komputer dalam skala kecil yang bisa digenggam dan dibawabawa.
Pengetahuan ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah atribut pemasaran untuk rumah makan/restoran cepat saji ini telah sesuai dengan ekspektasi dengan konsumen atau tidak. Serta untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara demografis, pekerjaan, kelamin, jumlah pengeluaran per bulan, frekuensi makan di luar rumah dengan atribut pemasaran dari rumah makan/cepat saji.

RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan dari latar belakang di atas maka penulis dapat merumuskan dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Apakah pelayanan konsumen mem pengaruhi kualitas dari rumah makan?
2. Apakah aplikasi yang di gunakan dapat menunjang efisiensi dari rumah makan?
3. Apakah atribut pemasaran dari rumah makan/restoran cepat saji berkaitan dengan demografi?

TUJUAN PENELITIAN
Penulis dalam hal ini bertujuan untuk menganalisi pelayanan konsumen rumah makan, aplikasi yang digunakan di rumah makan, dan atribut pemasaran rumah makan/cepat saji.
TEMA : APLIKASI PEMESANAN MAKANAN DAN MINUMAN PADA
RUMAH MAKAN

JUDUL : APLIKASI YANG DIGUNAKAN PADA RUMAH MAKAN

PENGARANG :Adi Sasongko,

TAHUN : 2005

LATAR BELAKANG

Kemajuan teknologi komputer berkembang dengan sangat pesat. Jika pada tahun
1980-an dan 1990-an awal merupakan masa di mana komputer desktop mengalami
perkembangan yang pesat, sedangkan tahun 1990-an akhir sampai sekarang ini adalah
masa perkembangan komputer dalam skala kecil yang bisa digenggam dan dibawabawa.
Hal ini dikarenakan mobilitas orang-orang sudah semakin tinggi dan akan
kesulitan jika harus memakai komputer desktop. Komputer dalam skala kecil itu
dinamakan PDA (Personal Digital Assistant).
2
PDA didesain pertama kali untuk menjadi organizer pribadi yang fasilitasnya
mencakup buku alamat, memo dan kalkulator sederhana. Salah satu keuntungan PDA
adalah kita bisa melakukan sinkronisasi data-data dengan komputer desktop.
Sekarang ini, seiring dengan kemajuan teknologi perangkat keras, fungsi PDA tak
ubahnya seperti komputer desktop, tetapi berukuran kecil. Saat ini, PDA sudah dapat
digunakan untuk mengirim dan menerima email, browsing internet dan sebagainya.
Oleh karena itulah penggunaan PDA dapat digunakan sebagai sarana implementasi
aplikasi pemesanan restoran, hal ini karena sifat PDA yang mudah dibawa ke manamana
memudahkan pelayan mencatat pesanan dan mengirimkannya ke kasir

TUJUAN
aplikasi ini di gunakan untuk memberikan solusi untuk mempermudah pelayanan di dalam industri rumah makan.


METODE PENULISAN
Pembuatan skripsi ini dilakukan dengan melakukan studi pustaka yaitu dengan
mencari buku-buku yang berkaitan dan dokumentasi lainnya, serta penggunaan
fasilitas internet yang berupa jurnal-jurnal maupun tutorial.

DATA-DATA

Perangkat Bergerak (Mobile Device)
Perkembangan komputer yang mengarah pada ukuran yang lebih kecil bahkan
seukuran tangan atau dapat digenggam merupakan hal yang terus berkembang pada
saat ini. Misalnya laptop, handphone atau telepon seluler, dan PDA (Personal Digital
Asistant). Untuk saat ini pada PDA terdapat tiga buah sistem operasi yang dominan
digunakan, yaitu Symbian, Pocket PC dan PalmOS. Meskipun ada juga yang
menggunakan Linux sebagai sistem operasinya. Sedangkan sistem operasi yang akan
dipakai dalam aplikasi ini adalah PalmOS.
“Palm pertama kali dijual pada tahun 1996, setelah itu menjadi OS open licenced
yang dibuat oleh berbagai produsen mobile device. PalmOS juga menyediakan basic
feature yaitu email, dan messaging. Salah satu keuntungan dari Palm adalah bahwa
hardware manufacture dapat menambahkan beberapa tool untuk digabungkan dengan
hardware yang berbasis PalmOS tadi, misalnya dengan menambahkan
CompactFlash, Springboard, dan Palm clip-on. Untuk produk masa depan, PalmOS
dikonsentrasikan pada wireless connectivity, bluetooth support, dan multi-language
support.”1
3.2 Emulator PalmOS
Untuk mengimplementasikan aplikasi ini sebaiknya pada perangkat PDA
Palm sebenarnya, namun apabila mengujinya terlebih dahulu dapat menggunakan
emulator PalmOS.

3
Gambar 1 : Emulator Palm OS
3.3 Pemrograman Berorientasi Obyek
Pemrograman berorientasi objek adalah paradigma pemrograman yang
memodelkan masalah menjadi objek terpisah dan berdiri sendiri. Pemrograman
berorientasi objek mempunyai beberapa ciri khusus dibandingkan dengan metode
pemrograman lain. Pemrograman berorientasi objek selalu menggunakan kelas untuk
mengenkapsulasi (membungkus) aksi yang ada dalam suatu komponen. Aksi ini juga
termasuk atribut data dan method. Objek dalam kategori pemrograman ini
mempunyai kemampuan untuk menyembunyikan bagian implementasi mereka dari
objek lainnya. Prinsip seperti ini disebut sebagai “penyembunyian informasi/
information hiding”.
Beberapa objek memang mungkin dapat berkomunikasi dengan menggunakan
metode tertentu yang ditentukan/ didefinisikan oleh pemrogram. Tetapi pada kondisi
normal, objek ini akan menyembunyikan aksi dan atribut apa saja yang ada dalam
strukturnya.
3.4 Java untuk Aplikasi Wireless
Alasan dipilih Java untuk aplikasi komunikasi bergerak :
Bahasa pemrograman yang aman, karena selalu dieksekusi dengan java virtual
machine untuk eksekusi kode.
Bahasa yang kokoh, penggunaan garbage collector akan mengurangi waktu yang
diperlukan untuk menemukan kebocoran dalam penggunaan memori. Portabilitasnya
sangat berguna dalam aplikasi-aplikasi wireless, dengan menulis sebuah program
saja, dapat dijalankan di berbagai peralatan dan dapat dikirimkan ke sebuah peralatan
melalui jaringan wireless (Over The Air Provisioning).


Kesimpulan
Dengan mengacu pada pembahasan bab sebelumnya maka permasalahan yang terjadi
seperti:
§ Adanya pencatatan pemesanan yang rangkap (redudansi) dapat diatasi dengan
melakukan verifikasi pemesanan.
§ Tidak urutnya pesanan yang dibuat akibat bertumpuknya pesanan di dapur
dapat diatasi dengan pemrosesan “first in first out”yaitu pesanan yang
pertama masuk dibuat terlebih dahulu. Serta penggunaan kode pelayan yang
berbeda untuk menghindari kesalahan akibat pemesanan yang sama.
18
§ Kesalahan pencatatan pemesanan akibat sulitnya membaca pesanan yang
ditulis dengan tangan dapat diatasi dengan penggunaan komputerisasi sebagai
inputan.
Pelayan dapat langsung pindah ke meja pelanggan tanpa terlebih dahulu ke bagian
kasir dan dapur untuk menyerahkan pesanan. Hal ini dapat menghemat waktu dalam
keadaan ramai pengunjung.
4.2 Saran
Aplikasi pemesanan makanan yang penulis buat masih sederhana dan jauh dari
kesempurnaan, kurangnya pengetahuan, dana, fasilitas menyebabkan banyak sekali
kekurangan pada apliaksi ini seperti harus memasukkan kode makanan yang dipesan
sehingga memakan waktu, sehingga penulis mengharapkan untuk dapat memakai cek
list sebagai penggantinya, dan untuk pengembangan lebih lanjut penulis
mengharapkan aplikasi ini dapat diimplementasikan pada PDA Palm yang
sesungguhnya. Semoga penulisan ini dapat berguna dan memberikan sedikit
pengetahuan tentang pembuatan sebuah aplikasi kepada pembaca.




TEMA : PELAYANAN DI RUMAH MAKAN MENENTUKAN KEPUASAN KONSUMEN

JUDUL : ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN RUMAH MAKAN

PENGARANG : Etty Roswitha Ariyani

TAHUN : 2009

LATAR BELAKANG
Melihat kondisi sekarang ini di mana persaingan dalam dunia usaha semakin ketat, maka untuk menghadapi situasi dan keadaan yang demikian pengusaha harus mampu serta cepat dan tanggap dalam mengambil keputusan agar perusahaan yang didirikan dapat berkembang dengan baik.
Mendirikan suatu perusahaan bukanlah hal yang mudah, namun memelihara dan mengembangkan perusahaan yang sudah didirikan tersebut merupakan suatu pekerjaan yang jauh lebih sulit. Masalah-masalah akan selalu muncul baik dari dalam perusahaan maupun dari luar perusahaan.
Pada prinsipnya setiap perusahaan tatkala menjual produk-produknya akan dihadapkan dengan strategi maupun teknik penjualan yang bagus, sehingga komoditas yang ditawarkannya dapat terjual dengan baik. Adapun salah satu teknik penjualan yang dimaksud adalah terkait dengan bagaimana dan seberapa tinggi kualitas pelayanan yang diberikan terhadap konsumen. Kualitas pelayanan yang diberikan adalah merupakan kinerja terpenting oleh perusahaan bagi kepuasan konsumen. Perusahaan harus memperhatikan hal-hal penting bagi konsumen, supaya mereka merasakan kepuasan sebagaimana yang
diharapkan. Pada dasarnya kepuasan konsumen mencakup perbedaan antara tingkat kepentingan dan kinerja atau hasil yang dirasakan. Dan hakikatnya kepuasan konsumen merupakan evaluasi purna beli di mana alternatif yang dipilih sekurang-kurangnya dapat memberikan hasil (outcome) sama atau melampaui harapan konsumen, sedangkan ketidakpuasan dapat terjadi apabila hasil yang diperoleh tidak memenuhi harapan yang diinginkan konsumen.
Terdapat lima dimensi yang dirancang untuk mengukur kualitas pelayanan yang didasarkan pada perbedaan antara nilai harapan dengan nilai kinerja yang dirasakan oleh konsumen yaitu : Reliability, Responsiveness, Assurance, Emphaty dan Tangibles.
Masalah pelayanan sebenarnya bukanlah hal yang sulit atau rumit, tetapi apabila hal ini kurang diperhatikan maka dapat menimbulkan hal-hal yang rawan karena sifatnya yang sangat sensitif. Sistem pelayanan perlu didukung oleh kualitas pelayanan, fasilitas yang memadai dan etika atau tata krama. Sedangkan tujuan memberikan pelayanan adalah untuk memberikan kepuasan kepada konsumen, sehingga berakibat dengan dihasilkannya nilai tambah bagi perusahaan. Kita ketahui bisnis Rumah Makan merupakan suatu bentuk usaha yang menawarkan pelayanan jasa, oleh sebab itu manajemen Rumah Makan harus mampu mengetahui kebutuhan serta keinginan yang mampu menciptakan kepuasan bagi konsumennya. Dalam hal ini peranan pemasaran jasa menjadi hal yang penting dalam memasarkan produk Rumah Makan. Ini diperketat dengan semakin tingginya persaingan pada industri Rumah Makan. Untuk dapat bersaing, salah satu strategi pemasaran yang diambil oleh usaha Rumah Makan adalah dengan membuat produk unggulan. Ini tentunya merupakan salah satu strategi yang memberikan keunggulan bagi usaha tersebut agar tetap bertahan.

TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan konsumen Rumah Makan. Dimensi kualitas pelayanan terdiri dari keandalan, ketanggapan, keyakinan, empati, dan keberwujudan. Hasil analisis data dengan menggunakan analisis regresi menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dari segi keandalan dan empati berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan konsumen, sehingga dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan kepuasan konsumen, maka pihak Rumah Makan harus meningkatkan kualitas pelayanan dari segi keandalan dan mempertahankan kualitas pelayanan dari segi empati.


METODE PENELITIAN
Objek Penelitian
Pada penelitian ini, objek penelitian adalah mahasiswa yang menjadi konsumen Rumah Makan di wilayah Bintaro Jaya sektor 7. Rumah Makan yang dijadikan penelitian merupakan Rumah Makan umum, bukan Rumah Makan cepat saji.
Metode Pengambilan Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang dijadikan sebagai obyek penelitian. Karena keberadaannya merupakan bagian dari populasi, maka sampel memiliki ciri-ciri yang dimiliki oleh populasinya. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jenis sampelnya adalah simple random sampling. Dalam teknik purposive sampling, seseorang atau sesuatu diambil sebagai sampel karena peneliti menganggap bahwa seseorang atau sesuatu tersebut memiliki informasi yang diperlukan bagi penelitiannya.
Dalam penelitian ini, respondennya adalah konsumen yang kebetulan berada di Rumah Makan pada saat pengumpulan data melalui kuesioner. Besarnya sampel yang diperlukan dalam penelitian ditentukan berdasarkan sifat populasi, tingkat ketepatan yang diperlukan, dan sumberdaya yang tersedia bagi peneliti. Dengan berdasarkan pertimbangan tersebut, maka jumlah responden dalam penelitian ini, yaitu 200 responden dengan jumlah pertanyaan yang diajukan sebanyak 65 buah pertanyaan.
Variabel Penelitian
Variabel adalah suatu konsep yang mempunyai variasi nilai dengan klasifikasi tertentu dan dapat pula diartikan segala sesuatu yang akan dijadikan obyek pengamatan penelitian. Sugiyono (2003:32) menyatakan bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut dari obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini variabel yang akan diteliti adalah variabel bebas/independen (X) yaitu variabel yang menjadi sebab terjadinya/terpengaruhnya variabel dependen (Umar, 2002:129) dan variabel terikat/dependen (Y) yaitu variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel independen (Umar, 2002:45). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah keandalan, ketanggapan, keyakinan, empati, keberwujudan, kualitas pelayanan dan variabel terikatnya adalah Kepuasan konsumen.
Metode Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian, metode yang digunakan adalah metode studi lapangan untuk mengambil data primer dengan menggunakan kuesioner yaitu cara melakukan pengumpulan data yang disajikan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan kepada responden terkait dengan pelayanan yang diterima sehingga responden dapat memberikan jawaban atas pertanyaan secara tertulis. Untuk memudahkan dalam menganalisis data, maka variabel-variabel yang digunakan diukur dengan mempergunakan model skala likert 5 tingkat dengan bentuk penilaian tertinggi 5 (lima) dan terendah 1 (satu).
Validitas dan Reliabilitas
Validitas adalah suatu ukuran yang mengukur sah atau valid tidaknya suatu instrumen (kuesioner). Suatu instrumen yang valid atau sah mempunyai validitas yang tinggi, sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas yang rendah (Ghozali, 2005:45).
Tipe validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas konsep (construct validity). Validitas konsep adalah tipe validitas yang menunjukkan seberapa baik hasil yang diperoleh dari penggunaan ukuran cocok dengan teori yang mendasari desain tes (Sekaran, 2006:44).
Uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai component dengan batas signifikan sebesar 0.5 (Santoso, 2007:110). Jika nilai component lebih besar dari batas signifikan maka butir pertanyaan atau indikator tersebut dinyatakan valid. Dari jumlah responden sebanyak 100 dan batas signifikan sebesar 0.5 didapat bahwa variabel yang valid berjumlah 37 pertanyaan.
Reliabilitas/keandalan adalah alat ukur untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang (responden) terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Sugiyono, 2004:41).
Uji reliabilitas dalam penelitian ini dinyatakan dengan melihat nilai Cronbach Alpha (α). Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0.6 (Sekaran, 2003:311). Secara umum, keandalan kurang dari 0.60 dianggap buruk, keandalan dalam kisaran 0.70 bisa diterima, dan lebih dari 0.80 adalah baik (Sekaran, 2006:182).
Berdasarkan hasil perhitungan didapat indeks reliabilitas dari masing-masing variabel lebih besar 0.60, yang berarti bahwa instrumen tersebut reliabel. Dengan demikian instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah reliabel atau dapat diandalkan dan responden cukup konsisten dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan pada instrumen. Uji validitas dan reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan mengunakan software SPSS 13.0.


KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan setelah dilakukan pengujian mengenai pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen Rumah Makan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa :
1. Terdapat pengaruh signifikan dari keandalan dan empati pada kualitas pelayanan Rumah Makan.
2. Terdapat pengaruh signifikan dari kualitas pelayanan pada kepuasan konsumen Rumah Makan.
Dari kesimpulan di atas dapat dijelaskan bahwa kepuasan konsumen Rumah Makan sangat dipengaruhi oleh kualitas pelayanan terutama dari segi keandalan dan empati.
Saran
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa keandalan dan empati mempunyai pengaruh signifikan pada kualitas pelayanan, maka pihak Rumah Makan hendaknya lebih memperhatikan keandalan dan empati pada kualitas pelayanan untuk membawa image yang semakin baik bagi perusahan. Sedangkan untuk variabel ketanggapan, keyakinan, dan
keberwujudan hanya berpengaruh tetapi tidak terbukti berpengaruh secara signifikan untuk penelitian pada konsumen rumah Makan. Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat dikemukakan beberapa saran yang diharapkan dapat bermanfat bagi perusahaan atau pihak lain yang berkepentingan. Adapun saran yang diberikan, antara lain :
1. Ketanggapan merupakan variabel yang menunjukkan keinginan dan kemauan karyawan Rumah Makan dalam memberikan pelayanan kepada konsumen. Pihak manajemen Rumah Makan perlu memberikan motivasi yang besar agar seluruh karyawan Rumah Makan mendukung kegiatan pelayanan kepada konsumen secara adil. Akan lebih baik jika motivasi yang diberikan kepada karyawan berupa imbalan yang sesuai dengan kemampuannya.
2. Keyakinan karyawan Rumah Makan pada pengetahuan, kompetensi dan sifat atau perilaku kepada konsumen penting dijaga agar konsumen yakin akan keputusannya dalam memilih Rumah Makan adalah keputusan yang benar dan tepat.
3. Keberwujudan harus dimiliki pada Rumah Makan dan karyawan, karena keberwujudan ini akan terlihat langsung oleh konsumen, maka dari itu keberwujudan harus diperhatikan untuk tetap menarik dan modern.