Minggu, 28 Oktober 2012
TEMA : PELAYANAN DI RUMAH MAKAN MENENTUKAN KEPUASAN KONSUMEN
Melihat kondisi sekarang ini di mana persaingan dalam dunia usaha semakin ketat, maka untuk menghadapi situasi dan keadaan yang demikian pengusaha harus mampu serta cepat dan tanggap dalam mengambil keputusan agar perusahaan yang didirikan dapat berkembang dengan baik.Mendirikan suatu perusahaan bukanlah hal yang mudah, namun memelihara dan mengembangkan perusahaan yang sudah didirikan tersebut merupakan suatu pekerjaan yang jauh lebih sulit. Masalah-masalah akan selalu muncul baik dari dalam perusahaan maupun dari luar perusahaan.Pada prinsipnya setiap perusahaan tatkala menjual produk-produknya akan dihadapkan dengan strategi maupun teknik penjualan yang bagus, sehingga komoditas yang ditawarkannya dapat terjual dengan baik. Adapun salah satu teknik penjualan yang dimaksud adalah terkait dengan bagaimana dan seberapa tinggi kualitas pelayanan yang diberikan terhadap konsumen. Kualitas pelayanan yang diberikan adalah merupakan kinerja terpenting oleh perusahaan bagi kepuasan konsumen. Perusahaan harus memperhatikan hal-hal penting bagi konsumen, supaya mereka merasakan kepuasan sebagaimana yangdiharapkan. Pada dasarnya kepuasan konsumen mencakup perbedaan antara tingkat kepentingan dan kinerja atau hasil yang dirasakan. Dan hakikatnya kepuasan konsumen merupakan evaluasi purna beli di mana alternatif yang dipilih sekurang-kurangnya dapat memberikan hasil (outcome) sama atau melampaui harapan konsumen, sedangkan ketidakpuasan dapat terjadi apabila hasil yang diperoleh tidak memenuhi harapan yang diinginkan konsumen.Terdapat lima dimensi yang dirancang untuk mengukur kualitas pelayanan yang didasarkan pada perbedaan antara nilai harapan dengan nilai kinerja yang dirasakan oleh konsumen yaitu : Reliability, Responsiveness, Assurance, Emphaty dan Tangibles.Masalah pelayanan sebenarnya bukanlah hal yang sulit atau rumit, tetapi apabila hal ini kurang diperhatikan maka dapat menimbulkan hal-hal yang rawan karena sifatnya yang sangat sensitif. Sistem pelayanan perlu didukung oleh kualitas pelayanan, fasilitas yang memadai dan etika atau tata krama. Sedangkan tujuan memberikan pelayanan adalah untuk memberikan kepuasan kepada konsumen, sehingga berakibat dengan dihasilkannya nilai tambah bagi perusahaan. Kita ketahui bisnis Rumah Makan merupakan suatu bentuk usaha yang menawarkan pelayanan jasa, oleh sebab itu manajemen Rumah Makan harus mampu mengetahui kebutuhan serta keinginan yang mampu menciptakan kepuasan bagi konsumennya. Dalam hal ini peranan pemasaran jasa menjadi hal yang penting dalam memasarkan produk Rumah Makan. Ini diperketat dengan semakin tingginya persaingan pada industri Rumah Makan. Untuk dapat bersaing, salah satu strategi pemasaran yang diambil oleh usaha Rumah Makan adalah dengan membuat produk unggulan. Ini tentunya merupakan salah satu strategi yang memberikan keunggulan bagi usaha tersebut agar tetap bertahan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan konsumen Rumah Makan. Dimensi kualitas pelayanan terdiri dari keandalan, ketanggapan, keyakinan, empati, dan keberwujudan. Hasil analisis data dengan menggunakan analisis regresi menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dari segi keandalan dan empati berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan konsumen, sehingga dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan kepuasan konsumen, maka pihak Rumah Makan harus meningkatkan kualitas pelayanan dari segi keandalan dan mempertahankan kualitas pelayanan dari segi empati.
Objek PenelitianPada penelitian ini, objek penelitian adalah mahasiswa yang menjadi konsumen Rumah Makan di wilayah Bintaro Jaya sektor 7. Rumah Makan yang dijadikan penelitian merupakan Rumah Makan umum, bukan Rumah Makan cepat saji.Metode Pengambilan SampelSampel adalah bagian dari populasi yang dijadikan sebagai obyek penelitian. Karena keberadaannya merupakan bagian dari populasi, maka sampel memiliki ciri-ciri yang dimiliki oleh populasinya. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jenis sampelnya adalah simple random sampling. Dalam teknik purposive sampling, seseorang atau sesuatu diambil sebagai sampel karena peneliti menganggap bahwa seseorang atau sesuatu tersebut memiliki informasi yang diperlukan bagi penelitiannya.Dalam penelitian ini, respondennya adalah konsumen yang kebetulan berada di Rumah Makan pada saat pengumpulan data melalui kuesioner. Besarnya sampel yang diperlukan dalam penelitian ditentukan berdasarkan sifat populasi, tingkat ketepatan yang diperlukan, dan sumberdaya yang tersedia bagi peneliti. Dengan berdasarkan pertimbangan tersebut, maka jumlah responden dalam penelitian ini, yaitu 200 responden dengan jumlah pertanyaan yang diajukan sebanyak 65 buah pertanyaan.Variabel PenelitianVariabel adalah suatu konsep yang mempunyai variasi nilai dengan klasifikasi tertentu dan dapat pula diartikan segala sesuatu yang akan dijadikan obyek pengamatan penelitian. Sugiyono (2003:32) menyatakan bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut dari obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini variabel yang akan diteliti adalah variabel bebas/independen (X) yaitu variabel yang menjadi sebab terjadinya/terpengaruhnya variabel dependen (Umar, 2002:129) dan variabel terikat/dependen (Y) yaitu variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel independen (Umar, 2002:45). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah keandalan, ketanggapan, keyakinan, empati, keberwujudan, kualitas pelayanan dan variabel terikatnya adalah Kepuasan konsumen.Metode Pengumpulan DataUntuk mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian, metode yang digunakan adalah metode studi lapangan untuk mengambil data primer dengan menggunakan kuesioner yaitu cara melakukan pengumpulan data yang disajikan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan kepada responden terkait dengan pelayanan yang diterima sehingga responden dapat memberikan jawaban atas pertanyaan secara tertulis. Untuk memudahkan dalam menganalisis data, maka variabel-variabel yang digunakan diukur dengan mempergunakan model skala likert 5 tingkat dengan bentuk penilaian tertinggi 5 (lima) dan terendah 1 (satu).Validitas dan ReliabilitasValiditas adalah suatu ukuran yang mengukur sah atau valid tidaknya suatu instrumen (kuesioner). Suatu instrumen yang valid atau sah mempunyai validitas yang tinggi, sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas yang rendah (Ghozali, 2005:45).Tipe validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas konsep (construct validity). Validitas konsep adalah tipe validitas yang menunjukkan seberapa baik hasil yang diperoleh dari penggunaan ukuran cocok dengan teori yang mendasari desain tes (Sekaran, 2006:44).Uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai component dengan batas signifikan sebesar 0.5 (Santoso, 2007:110). Jika nilai component lebih besar dari batas signifikan maka butir pertanyaan atau indikator tersebut dinyatakan valid. Dari jumlah responden sebanyak 100 dan batas signifikan sebesar 0.5 didapat bahwa variabel yang valid berjumlah 37 pertanyaan.Reliabilitas/keandalan adalah alat ukur untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang (responden) terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Sugiyono, 2004:41).Uji reliabilitas dalam penelitian ini dinyatakan dengan melihat nilai Cronbach Alpha (α). Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0.6 (Sekaran, 2003:311). Secara umum, keandalan kurang dari 0.60 dianggap buruk, keandalan dalam kisaran 0.70 bisa diterima, dan lebih dari 0.80 adalah baik (Sekaran, 2006:182).Berdasarkan hasil perhitungan didapat indeks reliabilitas dari masing-masing variabel lebih besar 0.60, yang berarti bahwa instrumen tersebut reliabel. Dengan demikian instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah reliabel atau dapat diandalkan dan responden cukup konsisten dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan pada instrumen. Uji validitas dan reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan mengunakan software SPSS 13.0.
3. Keberwujudan harus dimiliki pada Rumah Makan dan karyawan, karena keberwujudan ini akan terlihat langsung oleh konsumen, maka dari itu keberwujudan harus diperhatikan untuk tetap menarik dan modern.
TEMA : APLIKASI PEMESANAN MAKANAN DAN MINUMAN PADARUMAH MAKAN
Kemajuan teknologi komputer berkembang dengan sangat pesat. Jika pada tahun1980-an dan 1990-an awal merupakan masa di mana komputer desktop mengalamiperkembangan yang pesat, sedangkan tahun 1990-an akhir sampai sekarang ini adalahmasa perkembangan komputer dalam skala kecil yang bisa digenggam dan dibawabawa.Hal ini dikarenakan mobilitas orang-orang sudah semakin tinggi dan akankesulitan jika harus memakai komputer desktop. Komputer dalam skala kecil itudinamakan PDA (Personal Digital Assistant).2PDA didesain pertama kali untuk menjadi organizer pribadi yang fasilitasnyamencakup buku alamat, memo dan kalkulator sederhana. Salah satu keuntungan PDAadalah kita bisa melakukan sinkronisasi data-data dengan komputer desktop.Sekarang ini, seiring dengan kemajuan teknologi perangkat keras, fungsi PDA takubahnya seperti komputer desktop, tetapi berukuran kecil. Saat ini, PDA sudah dapatdigunakan untuk mengirim dan menerima email, browsing internet dan sebagainya.Oleh karena itulah penggunaan PDA dapat digunakan sebagai sarana implementasiaplikasi pemesanan restoran, hal ini karena sifat PDA yang mudah dibawa ke manamanamemudahkan pelayan mencatat pesanan dan mengirimkannya ke kasir
Pembuatan skripsi ini dilakukan dengan melakukan studi pustaka yaitu denganmencari buku-buku yang berkaitan dan dokumentasi lainnya, serta penggunaanfasilitas internet yang berupa jurnal-jurnal maupun tutorial.
3Gambar 1 : Emulator Palm OS3.3 Pemrograman Berorientasi ObyekPemrograman berorientasi objek adalah paradigma pemrograman yangmemodelkan masalah menjadi objek terpisah dan berdiri sendiri. Pemrogramanberorientasi objek mempunyai beberapa ciri khusus dibandingkan dengan metodepemrograman lain. Pemrograman berorientasi objek selalu menggunakan kelas untukmengenkapsulasi (membungkus) aksi yang ada dalam suatu komponen. Aksi ini jugatermasuk atribut data dan method. Objek dalam kategori pemrograman inimempunyai kemampuan untuk menyembunyikan bagian implementasi mereka dariobjek lainnya. Prinsip seperti ini disebut sebagai “penyembunyian informasi/information hiding”.Beberapa objek memang mungkin dapat berkomunikasi dengan menggunakanmetode tertentu yang ditentukan/ didefinisikan oleh pemrogram. Tetapi pada kondisinormal, objek ini akan menyembunyikan aksi dan atribut apa saja yang ada dalamstrukturnya.3.4 Java untuk Aplikasi WirelessAlasan dipilih Java untuk aplikasi komunikasi bergerak :Bahasa pemrograman yang aman, karena selalu dieksekusi dengan java virtualmachine untuk eksekusi kode.Bahasa yang kokoh, penggunaan garbage collector akan mengurangi waktu yangdiperlukan untuk menemukan kebocoran dalam penggunaan memori. Portabilitasnyasangat berguna dalam aplikasi-aplikasi wireless, dengan menulis sebuah programsaja, dapat dijalankan di berbagai peralatan dan dapat dikirimkan ke sebuah peralatanmelalui jaringan wireless (Over The Air Provisioning).
ANALISIS ATRIBUT PEMASARAN PADA BEBERAPA RESTORAN CEPAT SAJI DIJAKARTA
Tahun : 2009
Latar Belakang Masalah :
Kamis, 18 Oktober 2012
PENGERTIAN PEMASARAN
PENGERTIAN PEMASARAN
pengertian pemasaran sering diartikan dengan penjualan. Pengertian pemasaran sebenarnya lebih jaug dari kegiatan penjualan. Bahkan sebaliknya, penjualan adalah sebagian dari kegiatan pemasaran.
Tujuan kegiatan pemasaran bukanlah sederhana dan sepihak tetapi tujuan sebenarnya adalah demi kepentingan perusahaan juga. Konsumen yang puas karena kebutuhannya terpenuhi akan merupakan pelanggan yang menguntungkan perusahaan.
Secara umum pemasaran adalah kegiatan pemasar untuk menjalin bisnis guna memenuhi kebutuhan pasar dengan barang atau jasa, menetapkan harga, mendistribusikan, serta mempromosikannya melalui proses pertukaran agar memuaskan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan.
Unsur pokok dalam kegiatan pemasaran adalah :
1. Pemasar
2. Barang dan jasa
3. Pasar
4. Proses pertukaran
LINGKUP PENGERTIAN PEMASARAN
Pemasaran Mikro Eksternal
Lingkp pemasaran pada pengertian di atas melibatkan antara kepentingan internal pemsar dengan pasar pada posisi eksternal perusahaan. Pengertian pemasaran yang melibatkan lingkup mikro perusahaan dengan orientasi eksternal dapat dikelompokkan sebagai pengertian pemasaran mikro-eksternal atau sering disebut sebagai pemasaran eksternal.
Pemasaran Mikro-Internal
Untuk mencapai tujuan organisasi pada lingkup mikro perusahaan, dukungan pihak internal (pemidal, pelaksana, pengelola) sangat diperlukan. Mereka mempunyai kebutuhan-kebutuhan yang juga perlu dipenuhi. Perusahaan perlu memenuhi kebutuhan mereka agar tujuan organisasi dapat terpenuhi.
Pemasaran Makro Eksternal
Pemasaran perusahaan-perusahan dalam skala makro dengan kapasitasnya sbagai satuan produsen berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat. tersebut. Masyarakat sebagai pihak eksternal merupakan sasaran pemasaran produsen dalam lingkup makro. Kualitas kehidupan secara makro yang lebih baik dapat diciptakan dan tersebar dalam masyarakat.
pengertian pemasaran sering diartikan dengan penjualan. Pengertian pemasaran sebenarnya lebih jaug dari kegiatan penjualan. Bahkan sebaliknya, penjualan adalah sebagian dari kegiatan pemasaran.
Tujuan kegiatan pemasaran bukanlah sederhana dan sepihak tetapi tujuan sebenarnya adalah demi kepentingan perusahaan juga. Konsumen yang puas karena kebutuhannya terpenuhi akan merupakan pelanggan yang menguntungkan perusahaan.
Secara umum pemasaran adalah kegiatan pemasar untuk menjalin bisnis guna memenuhi kebutuhan pasar dengan barang atau jasa, menetapkan harga, mendistribusikan, serta mempromosikannya melalui proses pertukaran agar memuaskan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan.
Unsur pokok dalam kegiatan pemasaran adalah :
1. Pemasar
2. Barang dan jasa
3. Pasar
4. Proses pertukaran
LINGKUP PENGERTIAN PEMASARAN
Pemasaran Mikro Eksternal
Lingkp pemasaran pada pengertian di atas melibatkan antara kepentingan internal pemsar dengan pasar pada posisi eksternal perusahaan. Pengertian pemasaran yang melibatkan lingkup mikro perusahaan dengan orientasi eksternal dapat dikelompokkan sebagai pengertian pemasaran mikro-eksternal atau sering disebut sebagai pemasaran eksternal.
Pemasaran Mikro-Internal
Untuk mencapai tujuan organisasi pada lingkup mikro perusahaan, dukungan pihak internal (pemidal, pelaksana, pengelola) sangat diperlukan. Mereka mempunyai kebutuhan-kebutuhan yang juga perlu dipenuhi. Perusahaan perlu memenuhi kebutuhan mereka agar tujuan organisasi dapat terpenuhi.
Pemasaran Makro Eksternal
Pemasaran perusahaan-perusahan dalam skala makro dengan kapasitasnya sbagai satuan produsen berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat. tersebut. Masyarakat sebagai pihak eksternal merupakan sasaran pemasaran produsen dalam lingkup makro. Kualitas kehidupan secara makro yang lebih baik dapat diciptakan dan tersebar dalam masyarakat.
Minggu, 14 Oktober 2012
BAB 1
TEMA : PELAYANAN DAN PENERAPAN APLIKASI SERTA PEMASARAN PADA RUMAH MAKAN
LATAR BELAKANG :
Masalah pelayanan sebenarnya bukanlah hal yang sulit atau rumit, tetapi apabila hal ini kurang diperhatikan maka dapat menimbulkan hal-hal yang rawan karena sifatnya yang sangat sensitif. Sistem pelayanan perlu didukung oleh kualitas pelayanan, fasilitas yang memadai dan etika atau tata krama. Dengan berkembangnya teknologi komputer yang sangat pesat. Jika pada tahun 1980-an dan 1990-an awal merupakan masa di mana komputer desktop mengalami perkembangan yang pesat, sedangkan tahun 1990-an akhir sampai sekarang ini adalah masa perkembangan komputer dalam skala kecil yang bisa digenggam dan dibawabawa.
Pengetahuan ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah atribut pemasaran untuk rumah makan/restoran cepat saji ini telah sesuai dengan ekspektasi dengan konsumen atau tidak. Serta untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara demografis, pekerjaan, kelamin, jumlah pengeluaran per bulan, frekuensi makan di luar rumah dengan atribut pemasaran dari rumah makan/cepat saji.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan dari latar belakang di atas maka penulis dapat merumuskan dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Apakah pelayanan konsumen mem pengaruhi kualitas dari rumah makan?
2. Apakah aplikasi yang di gunakan dapat menunjang efisiensi dari rumah makan?
3. Apakah atribut pemasaran dari rumah makan/restoran cepat saji berkaitan dengan demografi?
TUJUAN PENELITIAN
Penulis dalam hal ini bertujuan untuk menganalisi pelayanan konsumen rumah makan, aplikasi yang digunakan di rumah makan, dan atribut pemasaran rumah makan/cepat saji.
TEMA : PELAYANAN DAN PENERAPAN APLIKASI SERTA PEMASARAN PADA RUMAH MAKAN
LATAR BELAKANG :
Masalah pelayanan sebenarnya bukanlah hal yang sulit atau rumit, tetapi apabila hal ini kurang diperhatikan maka dapat menimbulkan hal-hal yang rawan karena sifatnya yang sangat sensitif. Sistem pelayanan perlu didukung oleh kualitas pelayanan, fasilitas yang memadai dan etika atau tata krama. Dengan berkembangnya teknologi komputer yang sangat pesat. Jika pada tahun 1980-an dan 1990-an awal merupakan masa di mana komputer desktop mengalami perkembangan yang pesat, sedangkan tahun 1990-an akhir sampai sekarang ini adalah masa perkembangan komputer dalam skala kecil yang bisa digenggam dan dibawabawa.
Pengetahuan ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah atribut pemasaran untuk rumah makan/restoran cepat saji ini telah sesuai dengan ekspektasi dengan konsumen atau tidak. Serta untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara demografis, pekerjaan, kelamin, jumlah pengeluaran per bulan, frekuensi makan di luar rumah dengan atribut pemasaran dari rumah makan/cepat saji.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan dari latar belakang di atas maka penulis dapat merumuskan dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Apakah pelayanan konsumen mem pengaruhi kualitas dari rumah makan?
2. Apakah aplikasi yang di gunakan dapat menunjang efisiensi dari rumah makan?
3. Apakah atribut pemasaran dari rumah makan/restoran cepat saji berkaitan dengan demografi?
TUJUAN PENELITIAN
Penulis dalam hal ini bertujuan untuk menganalisi pelayanan konsumen rumah makan, aplikasi yang digunakan di rumah makan, dan atribut pemasaran rumah makan/cepat saji.
TEMA : APLIKASI PEMESANAN MAKANAN DAN MINUMAN PADA
RUMAH MAKAN
JUDUL : APLIKASI YANG DIGUNAKAN PADA RUMAH MAKAN
PENGARANG :Adi Sasongko,
TAHUN : 2005
LATAR BELAKANG
Kemajuan teknologi komputer berkembang dengan sangat pesat. Jika pada tahun
1980-an dan 1990-an awal merupakan masa di mana komputer desktop mengalami
perkembangan yang pesat, sedangkan tahun 1990-an akhir sampai sekarang ini adalah
masa perkembangan komputer dalam skala kecil yang bisa digenggam dan dibawabawa.
Hal ini dikarenakan mobilitas orang-orang sudah semakin tinggi dan akan
kesulitan jika harus memakai komputer desktop. Komputer dalam skala kecil itu
dinamakan PDA (Personal Digital Assistant).
2
PDA didesain pertama kali untuk menjadi organizer pribadi yang fasilitasnya
mencakup buku alamat, memo dan kalkulator sederhana. Salah satu keuntungan PDA
adalah kita bisa melakukan sinkronisasi data-data dengan komputer desktop.
Sekarang ini, seiring dengan kemajuan teknologi perangkat keras, fungsi PDA tak
ubahnya seperti komputer desktop, tetapi berukuran kecil. Saat ini, PDA sudah dapat
digunakan untuk mengirim dan menerima email, browsing internet dan sebagainya.
Oleh karena itulah penggunaan PDA dapat digunakan sebagai sarana implementasi
aplikasi pemesanan restoran, hal ini karena sifat PDA yang mudah dibawa ke manamana
memudahkan pelayan mencatat pesanan dan mengirimkannya ke kasir
TUJUAN
aplikasi ini di gunakan untuk memberikan solusi untuk mempermudah pelayanan di dalam industri rumah makan.
METODE PENULISAN
Pembuatan skripsi ini dilakukan dengan melakukan studi pustaka yaitu dengan
mencari buku-buku yang berkaitan dan dokumentasi lainnya, serta penggunaan
fasilitas internet yang berupa jurnal-jurnal maupun tutorial.
DATA-DATA
Perangkat Bergerak (Mobile Device)
Perkembangan komputer yang mengarah pada ukuran yang lebih kecil bahkan
seukuran tangan atau dapat digenggam merupakan hal yang terus berkembang pada
saat ini. Misalnya laptop, handphone atau telepon seluler, dan PDA (Personal Digital
Asistant). Untuk saat ini pada PDA terdapat tiga buah sistem operasi yang dominan
digunakan, yaitu Symbian, Pocket PC dan PalmOS. Meskipun ada juga yang
menggunakan Linux sebagai sistem operasinya. Sedangkan sistem operasi yang akan
dipakai dalam aplikasi ini adalah PalmOS.
“Palm pertama kali dijual pada tahun 1996, setelah itu menjadi OS open licenced
yang dibuat oleh berbagai produsen mobile device. PalmOS juga menyediakan basic
feature yaitu email, dan messaging. Salah satu keuntungan dari Palm adalah bahwa
hardware manufacture dapat menambahkan beberapa tool untuk digabungkan dengan
hardware yang berbasis PalmOS tadi, misalnya dengan menambahkan
CompactFlash, Springboard, dan Palm clip-on. Untuk produk masa depan, PalmOS
dikonsentrasikan pada wireless connectivity, bluetooth support, dan multi-language
support.”1
3.2 Emulator PalmOS
Untuk mengimplementasikan aplikasi ini sebaiknya pada perangkat PDA
Palm sebenarnya, namun apabila mengujinya terlebih dahulu dapat menggunakan
emulator PalmOS.
3
Gambar 1 : Emulator Palm OS
3.3 Pemrograman Berorientasi Obyek
Pemrograman berorientasi objek adalah paradigma pemrograman yang
memodelkan masalah menjadi objek terpisah dan berdiri sendiri. Pemrograman
berorientasi objek mempunyai beberapa ciri khusus dibandingkan dengan metode
pemrograman lain. Pemrograman berorientasi objek selalu menggunakan kelas untuk
mengenkapsulasi (membungkus) aksi yang ada dalam suatu komponen. Aksi ini juga
termasuk atribut data dan method. Objek dalam kategori pemrograman ini
mempunyai kemampuan untuk menyembunyikan bagian implementasi mereka dari
objek lainnya. Prinsip seperti ini disebut sebagai “penyembunyian informasi/
information hiding”.
Beberapa objek memang mungkin dapat berkomunikasi dengan menggunakan
metode tertentu yang ditentukan/ didefinisikan oleh pemrogram. Tetapi pada kondisi
normal, objek ini akan menyembunyikan aksi dan atribut apa saja yang ada dalam
strukturnya.
3.4 Java untuk Aplikasi Wireless
Alasan dipilih Java untuk aplikasi komunikasi bergerak :
Bahasa pemrograman yang aman, karena selalu dieksekusi dengan java virtual
machine untuk eksekusi kode.
Bahasa yang kokoh, penggunaan garbage collector akan mengurangi waktu yang
diperlukan untuk menemukan kebocoran dalam penggunaan memori. Portabilitasnya
sangat berguna dalam aplikasi-aplikasi wireless, dengan menulis sebuah program
saja, dapat dijalankan di berbagai peralatan dan dapat dikirimkan ke sebuah peralatan
melalui jaringan wireless (Over The Air Provisioning).
Kesimpulan
Dengan mengacu pada pembahasan bab sebelumnya maka permasalahan yang terjadi
seperti:
§ Adanya pencatatan pemesanan yang rangkap (redudansi) dapat diatasi dengan
melakukan verifikasi pemesanan.
§ Tidak urutnya pesanan yang dibuat akibat bertumpuknya pesanan di dapur
dapat diatasi dengan pemrosesan “first in first out”yaitu pesanan yang
pertama masuk dibuat terlebih dahulu. Serta penggunaan kode pelayan yang
berbeda untuk menghindari kesalahan akibat pemesanan yang sama.
18
§ Kesalahan pencatatan pemesanan akibat sulitnya membaca pesanan yang
ditulis dengan tangan dapat diatasi dengan penggunaan komputerisasi sebagai
inputan.
Pelayan dapat langsung pindah ke meja pelanggan tanpa terlebih dahulu ke bagian
kasir dan dapur untuk menyerahkan pesanan. Hal ini dapat menghemat waktu dalam
keadaan ramai pengunjung.
4.2 Saran
Aplikasi pemesanan makanan yang penulis buat masih sederhana dan jauh dari
kesempurnaan, kurangnya pengetahuan, dana, fasilitas menyebabkan banyak sekali
kekurangan pada apliaksi ini seperti harus memasukkan kode makanan yang dipesan
sehingga memakan waktu, sehingga penulis mengharapkan untuk dapat memakai cek
list sebagai penggantinya, dan untuk pengembangan lebih lanjut penulis
mengharapkan aplikasi ini dapat diimplementasikan pada PDA Palm yang
sesungguhnya. Semoga penulisan ini dapat berguna dan memberikan sedikit
pengetahuan tentang pembuatan sebuah aplikasi kepada pembaca.
RUMAH MAKAN
JUDUL : APLIKASI YANG DIGUNAKAN PADA RUMAH MAKAN
PENGARANG :Adi Sasongko,
TAHUN : 2005
LATAR BELAKANG
Kemajuan teknologi komputer berkembang dengan sangat pesat. Jika pada tahun
1980-an dan 1990-an awal merupakan masa di mana komputer desktop mengalami
perkembangan yang pesat, sedangkan tahun 1990-an akhir sampai sekarang ini adalah
masa perkembangan komputer dalam skala kecil yang bisa digenggam dan dibawabawa.
Hal ini dikarenakan mobilitas orang-orang sudah semakin tinggi dan akan
kesulitan jika harus memakai komputer desktop. Komputer dalam skala kecil itu
dinamakan PDA (Personal Digital Assistant).
2
PDA didesain pertama kali untuk menjadi organizer pribadi yang fasilitasnya
mencakup buku alamat, memo dan kalkulator sederhana. Salah satu keuntungan PDA
adalah kita bisa melakukan sinkronisasi data-data dengan komputer desktop.
Sekarang ini, seiring dengan kemajuan teknologi perangkat keras, fungsi PDA tak
ubahnya seperti komputer desktop, tetapi berukuran kecil. Saat ini, PDA sudah dapat
digunakan untuk mengirim dan menerima email, browsing internet dan sebagainya.
Oleh karena itulah penggunaan PDA dapat digunakan sebagai sarana implementasi
aplikasi pemesanan restoran, hal ini karena sifat PDA yang mudah dibawa ke manamana
memudahkan pelayan mencatat pesanan dan mengirimkannya ke kasir
TUJUAN
aplikasi ini di gunakan untuk memberikan solusi untuk mempermudah pelayanan di dalam industri rumah makan.
METODE PENULISAN
Pembuatan skripsi ini dilakukan dengan melakukan studi pustaka yaitu dengan
mencari buku-buku yang berkaitan dan dokumentasi lainnya, serta penggunaan
fasilitas internet yang berupa jurnal-jurnal maupun tutorial.
DATA-DATA
Perangkat Bergerak (Mobile Device)
Perkembangan komputer yang mengarah pada ukuran yang lebih kecil bahkan
seukuran tangan atau dapat digenggam merupakan hal yang terus berkembang pada
saat ini. Misalnya laptop, handphone atau telepon seluler, dan PDA (Personal Digital
Asistant). Untuk saat ini pada PDA terdapat tiga buah sistem operasi yang dominan
digunakan, yaitu Symbian, Pocket PC dan PalmOS. Meskipun ada juga yang
menggunakan Linux sebagai sistem operasinya. Sedangkan sistem operasi yang akan
dipakai dalam aplikasi ini adalah PalmOS.
“Palm pertama kali dijual pada tahun 1996, setelah itu menjadi OS open licenced
yang dibuat oleh berbagai produsen mobile device. PalmOS juga menyediakan basic
feature yaitu email, dan messaging. Salah satu keuntungan dari Palm adalah bahwa
hardware manufacture dapat menambahkan beberapa tool untuk digabungkan dengan
hardware yang berbasis PalmOS tadi, misalnya dengan menambahkan
CompactFlash, Springboard, dan Palm clip-on. Untuk produk masa depan, PalmOS
dikonsentrasikan pada wireless connectivity, bluetooth support, dan multi-language
support.”1
3.2 Emulator PalmOS
Untuk mengimplementasikan aplikasi ini sebaiknya pada perangkat PDA
Palm sebenarnya, namun apabila mengujinya terlebih dahulu dapat menggunakan
emulator PalmOS.
3
Gambar 1 : Emulator Palm OS
3.3 Pemrograman Berorientasi Obyek
Pemrograman berorientasi objek adalah paradigma pemrograman yang
memodelkan masalah menjadi objek terpisah dan berdiri sendiri. Pemrograman
berorientasi objek mempunyai beberapa ciri khusus dibandingkan dengan metode
pemrograman lain. Pemrograman berorientasi objek selalu menggunakan kelas untuk
mengenkapsulasi (membungkus) aksi yang ada dalam suatu komponen. Aksi ini juga
termasuk atribut data dan method. Objek dalam kategori pemrograman ini
mempunyai kemampuan untuk menyembunyikan bagian implementasi mereka dari
objek lainnya. Prinsip seperti ini disebut sebagai “penyembunyian informasi/
information hiding”.
Beberapa objek memang mungkin dapat berkomunikasi dengan menggunakan
metode tertentu yang ditentukan/ didefinisikan oleh pemrogram. Tetapi pada kondisi
normal, objek ini akan menyembunyikan aksi dan atribut apa saja yang ada dalam
strukturnya.
3.4 Java untuk Aplikasi Wireless
Alasan dipilih Java untuk aplikasi komunikasi bergerak :
Bahasa pemrograman yang aman, karena selalu dieksekusi dengan java virtual
machine untuk eksekusi kode.
Bahasa yang kokoh, penggunaan garbage collector akan mengurangi waktu yang
diperlukan untuk menemukan kebocoran dalam penggunaan memori. Portabilitasnya
sangat berguna dalam aplikasi-aplikasi wireless, dengan menulis sebuah program
saja, dapat dijalankan di berbagai peralatan dan dapat dikirimkan ke sebuah peralatan
melalui jaringan wireless (Over The Air Provisioning).
Kesimpulan
Dengan mengacu pada pembahasan bab sebelumnya maka permasalahan yang terjadi
seperti:
§ Adanya pencatatan pemesanan yang rangkap (redudansi) dapat diatasi dengan
melakukan verifikasi pemesanan.
§ Tidak urutnya pesanan yang dibuat akibat bertumpuknya pesanan di dapur
dapat diatasi dengan pemrosesan “first in first out”yaitu pesanan yang
pertama masuk dibuat terlebih dahulu. Serta penggunaan kode pelayan yang
berbeda untuk menghindari kesalahan akibat pemesanan yang sama.
18
§ Kesalahan pencatatan pemesanan akibat sulitnya membaca pesanan yang
ditulis dengan tangan dapat diatasi dengan penggunaan komputerisasi sebagai
inputan.
Pelayan dapat langsung pindah ke meja pelanggan tanpa terlebih dahulu ke bagian
kasir dan dapur untuk menyerahkan pesanan. Hal ini dapat menghemat waktu dalam
keadaan ramai pengunjung.
4.2 Saran
Aplikasi pemesanan makanan yang penulis buat masih sederhana dan jauh dari
kesempurnaan, kurangnya pengetahuan, dana, fasilitas menyebabkan banyak sekali
kekurangan pada apliaksi ini seperti harus memasukkan kode makanan yang dipesan
sehingga memakan waktu, sehingga penulis mengharapkan untuk dapat memakai cek
list sebagai penggantinya, dan untuk pengembangan lebih lanjut penulis
mengharapkan aplikasi ini dapat diimplementasikan pada PDA Palm yang
sesungguhnya. Semoga penulisan ini dapat berguna dan memberikan sedikit
pengetahuan tentang pembuatan sebuah aplikasi kepada pembaca.
TEMA : PELAYANAN DI RUMAH MAKAN MENENTUKAN KEPUASAN KONSUMEN
JUDUL : ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN RUMAH MAKAN
PENGARANG : Etty Roswitha Ariyani
TAHUN : 2009
LATAR BELAKANG
Melihat kondisi sekarang ini di mana persaingan dalam dunia usaha semakin ketat, maka untuk menghadapi situasi dan keadaan yang demikian pengusaha harus mampu serta cepat dan tanggap dalam mengambil keputusan agar perusahaan yang didirikan dapat berkembang dengan baik.
Mendirikan suatu perusahaan bukanlah hal yang mudah, namun memelihara dan mengembangkan perusahaan yang sudah didirikan tersebut merupakan suatu pekerjaan yang jauh lebih sulit. Masalah-masalah akan selalu muncul baik dari dalam perusahaan maupun dari luar perusahaan.
Pada prinsipnya setiap perusahaan tatkala menjual produk-produknya akan dihadapkan dengan strategi maupun teknik penjualan yang bagus, sehingga komoditas yang ditawarkannya dapat terjual dengan baik. Adapun salah satu teknik penjualan yang dimaksud adalah terkait dengan bagaimana dan seberapa tinggi kualitas pelayanan yang diberikan terhadap konsumen. Kualitas pelayanan yang diberikan adalah merupakan kinerja terpenting oleh perusahaan bagi kepuasan konsumen. Perusahaan harus memperhatikan hal-hal penting bagi konsumen, supaya mereka merasakan kepuasan sebagaimana yang
diharapkan. Pada dasarnya kepuasan konsumen mencakup perbedaan antara tingkat kepentingan dan kinerja atau hasil yang dirasakan. Dan hakikatnya kepuasan konsumen merupakan evaluasi purna beli di mana alternatif yang dipilih sekurang-kurangnya dapat memberikan hasil (outcome) sama atau melampaui harapan konsumen, sedangkan ketidakpuasan dapat terjadi apabila hasil yang diperoleh tidak memenuhi harapan yang diinginkan konsumen.
Terdapat lima dimensi yang dirancang untuk mengukur kualitas pelayanan yang didasarkan pada perbedaan antara nilai harapan dengan nilai kinerja yang dirasakan oleh konsumen yaitu : Reliability, Responsiveness, Assurance, Emphaty dan Tangibles.
Masalah pelayanan sebenarnya bukanlah hal yang sulit atau rumit, tetapi apabila hal ini kurang diperhatikan maka dapat menimbulkan hal-hal yang rawan karena sifatnya yang sangat sensitif. Sistem pelayanan perlu didukung oleh kualitas pelayanan, fasilitas yang memadai dan etika atau tata krama. Sedangkan tujuan memberikan pelayanan adalah untuk memberikan kepuasan kepada konsumen, sehingga berakibat dengan dihasilkannya nilai tambah bagi perusahaan. Kita ketahui bisnis Rumah Makan merupakan suatu bentuk usaha yang menawarkan pelayanan jasa, oleh sebab itu manajemen Rumah Makan harus mampu mengetahui kebutuhan serta keinginan yang mampu menciptakan kepuasan bagi konsumennya. Dalam hal ini peranan pemasaran jasa menjadi hal yang penting dalam memasarkan produk Rumah Makan. Ini diperketat dengan semakin tingginya persaingan pada industri Rumah Makan. Untuk dapat bersaing, salah satu strategi pemasaran yang diambil oleh usaha Rumah Makan adalah dengan membuat produk unggulan. Ini tentunya merupakan salah satu strategi yang memberikan keunggulan bagi usaha tersebut agar tetap bertahan.
TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan konsumen Rumah Makan. Dimensi kualitas pelayanan terdiri dari keandalan, ketanggapan, keyakinan, empati, dan keberwujudan. Hasil analisis data dengan menggunakan analisis regresi menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dari segi keandalan dan empati berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan konsumen, sehingga dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan kepuasan konsumen, maka pihak Rumah Makan harus meningkatkan kualitas pelayanan dari segi keandalan dan mempertahankan kualitas pelayanan dari segi empati.
METODE PENELITIAN
Objek Penelitian
Pada penelitian ini, objek penelitian adalah mahasiswa yang menjadi konsumen Rumah Makan di wilayah Bintaro Jaya sektor 7. Rumah Makan yang dijadikan penelitian merupakan Rumah Makan umum, bukan Rumah Makan cepat saji.
Metode Pengambilan Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang dijadikan sebagai obyek penelitian. Karena keberadaannya merupakan bagian dari populasi, maka sampel memiliki ciri-ciri yang dimiliki oleh populasinya. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jenis sampelnya adalah simple random sampling. Dalam teknik purposive sampling, seseorang atau sesuatu diambil sebagai sampel karena peneliti menganggap bahwa seseorang atau sesuatu tersebut memiliki informasi yang diperlukan bagi penelitiannya.
Dalam penelitian ini, respondennya adalah konsumen yang kebetulan berada di Rumah Makan pada saat pengumpulan data melalui kuesioner. Besarnya sampel yang diperlukan dalam penelitian ditentukan berdasarkan sifat populasi, tingkat ketepatan yang diperlukan, dan sumberdaya yang tersedia bagi peneliti. Dengan berdasarkan pertimbangan tersebut, maka jumlah responden dalam penelitian ini, yaitu 200 responden dengan jumlah pertanyaan yang diajukan sebanyak 65 buah pertanyaan.
Variabel Penelitian
Variabel adalah suatu konsep yang mempunyai variasi nilai dengan klasifikasi tertentu dan dapat pula diartikan segala sesuatu yang akan dijadikan obyek pengamatan penelitian. Sugiyono (2003:32) menyatakan bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut dari obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini variabel yang akan diteliti adalah variabel bebas/independen (X) yaitu variabel yang menjadi sebab terjadinya/terpengaruhnya variabel dependen (Umar, 2002:129) dan variabel terikat/dependen (Y) yaitu variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel independen (Umar, 2002:45). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah keandalan, ketanggapan, keyakinan, empati, keberwujudan, kualitas pelayanan dan variabel terikatnya adalah Kepuasan konsumen.
Metode Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian, metode yang digunakan adalah metode studi lapangan untuk mengambil data primer dengan menggunakan kuesioner yaitu cara melakukan pengumpulan data yang disajikan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan kepada responden terkait dengan pelayanan yang diterima sehingga responden dapat memberikan jawaban atas pertanyaan secara tertulis. Untuk memudahkan dalam menganalisis data, maka variabel-variabel yang digunakan diukur dengan mempergunakan model skala likert 5 tingkat dengan bentuk penilaian tertinggi 5 (lima) dan terendah 1 (satu).
Validitas dan Reliabilitas
Validitas adalah suatu ukuran yang mengukur sah atau valid tidaknya suatu instrumen (kuesioner). Suatu instrumen yang valid atau sah mempunyai validitas yang tinggi, sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas yang rendah (Ghozali, 2005:45).
Tipe validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas konsep (construct validity). Validitas konsep adalah tipe validitas yang menunjukkan seberapa baik hasil yang diperoleh dari penggunaan ukuran cocok dengan teori yang mendasari desain tes (Sekaran, 2006:44).
Uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai component dengan batas signifikan sebesar 0.5 (Santoso, 2007:110). Jika nilai component lebih besar dari batas signifikan maka butir pertanyaan atau indikator tersebut dinyatakan valid. Dari jumlah responden sebanyak 100 dan batas signifikan sebesar 0.5 didapat bahwa variabel yang valid berjumlah 37 pertanyaan.
Reliabilitas/keandalan adalah alat ukur untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang (responden) terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Sugiyono, 2004:41).
Uji reliabilitas dalam penelitian ini dinyatakan dengan melihat nilai Cronbach Alpha (α). Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0.6 (Sekaran, 2003:311). Secara umum, keandalan kurang dari 0.60 dianggap buruk, keandalan dalam kisaran 0.70 bisa diterima, dan lebih dari 0.80 adalah baik (Sekaran, 2006:182).
Berdasarkan hasil perhitungan didapat indeks reliabilitas dari masing-masing variabel lebih besar 0.60, yang berarti bahwa instrumen tersebut reliabel. Dengan demikian instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah reliabel atau dapat diandalkan dan responden cukup konsisten dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan pada instrumen. Uji validitas dan reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan mengunakan software SPSS 13.0.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan setelah dilakukan pengujian mengenai pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen Rumah Makan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa :
1. Terdapat pengaruh signifikan dari keandalan dan empati pada kualitas pelayanan Rumah Makan.
2. Terdapat pengaruh signifikan dari kualitas pelayanan pada kepuasan konsumen Rumah Makan.
Dari kesimpulan di atas dapat dijelaskan bahwa kepuasan konsumen Rumah Makan sangat dipengaruhi oleh kualitas pelayanan terutama dari segi keandalan dan empati.
Saran
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa keandalan dan empati mempunyai pengaruh signifikan pada kualitas pelayanan, maka pihak Rumah Makan hendaknya lebih memperhatikan keandalan dan empati pada kualitas pelayanan untuk membawa image yang semakin baik bagi perusahan. Sedangkan untuk variabel ketanggapan, keyakinan, dan
keberwujudan hanya berpengaruh tetapi tidak terbukti berpengaruh secara signifikan untuk penelitian pada konsumen rumah Makan. Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat dikemukakan beberapa saran yang diharapkan dapat bermanfat bagi perusahaan atau pihak lain yang berkepentingan. Adapun saran yang diberikan, antara lain :
1. Ketanggapan merupakan variabel yang menunjukkan keinginan dan kemauan karyawan Rumah Makan dalam memberikan pelayanan kepada konsumen. Pihak manajemen Rumah Makan perlu memberikan motivasi yang besar agar seluruh karyawan Rumah Makan mendukung kegiatan pelayanan kepada konsumen secara adil. Akan lebih baik jika motivasi yang diberikan kepada karyawan berupa imbalan yang sesuai dengan kemampuannya.
2. Keyakinan karyawan Rumah Makan pada pengetahuan, kompetensi dan sifat atau perilaku kepada konsumen penting dijaga agar konsumen yakin akan keputusannya dalam memilih Rumah Makan adalah keputusan yang benar dan tepat.
3. Keberwujudan harus dimiliki pada Rumah Makan dan karyawan, karena keberwujudan ini akan terlihat langsung oleh konsumen, maka dari itu keberwujudan harus diperhatikan untuk tetap menarik dan modern.
Minggu, 01 Juli 2012
Politik
1. Pengertian Politik
Politik merupakan upaya atau cara untuk
memperoleh sesuatu yang dikehendaki. Namun banyak pula yang beranggapan bahwa
politik tidak hanya berkisar di lingkungan kekuasaannegara atau
tindakan-tindakan yang dilaksanakan oleh penguasa negara. Dalam beberapa aspek
kehidupan, manusia sering melakukan tindakan politik, baik politik dagang,
budaya, sosial, maupun dalam aspek kehidupan lainnya. Demikianlah politik
selalu menyangkut tujuan-tujuan dari seluruh masyarakat (public goals) dan
bukan tujuan pribadi seseorang (private goals). Politik menyangkut kegiatan
berbagai kelompok, termasuk partai politik dan kegiatan-kegiatan perseorangan
(individu).
Kata politik secara etimologi berasal dari
bahasa yunani politeia, yang akar katanya adalah polis, berarti kesatuan
masyarakat yang berdiri sendiri, yaitu negara dan teia yang berarti urusan.
Dalam bahasa Indonesia, politik dalam arti politics mempunyai makna kepentingan
warga negara suatu bangsa. Politik merupakan suatu rangkaian asas, prinsip,
keadaan, jalan, cara dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu
yang dikehendaki. Dalam bahasa inggris politik adalah suatu rangkaian asas
(prinsip), keadaan, cara, dan alat yang digunakan untuk mencapai cita-cita dan
tujuanya tertentu. Sementara polis yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan
sebagai kebijaksanaan, adalah pengunaan pertimbangan-pertimbangan yang dianggap
dapat lebih menjamin terlaksananya suatu usaha, cita-cita atau tujuan yang
dikehendaki.
Politik membicarakan hal-hal yang berkaitan
dengan negara, kekuasaan, pengambil keputusan, kebijakan, dan distribusi atau
lokasi sumber daya.
2. Politik dan Strategi Nasional
Politik nasional diartikan sebagai
kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan
tujuan nasional. Strategi nasional disusun untuk pelaksanaan politik nasional,
misalnya jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Jadi, strategi adalah
cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang
ditetapkan dalam konteks politik nasional
Untuk lebih memberikan pengertian arti
politik disampaikan beberapa arti politik dari segi kepentingan penggunaan,
yaitu :
- Dalam arti kepentingan umum (politics) Politik dalam arti kepentingan umum atau segala usaha untuk kepentingan umum, baik yang berada dibawah kekuasaan negara di Pusat maupun di Daerah, lazim disebut Politik (Politics) yang artinya adalah suatu rangkaian azas/prinsip, keadaan serta jalan, cara dan alat yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau suatu keadaan yang kita kehendaki disertai dengan jalan, cara dan alat yang akan kita gunakan untuk mencapai keadaan yang kita inginkan. Seperti pada kebijakan presiden akan hari libur pada saat hari senin sebagai hari yang dikatakan “hari kejepit” pada pegawai negeri
- Dalam arti kebijaksanaan (Policy) Politik adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang yang dianggap lebih menjamin terlaksananya suatu usaha, cita-cita/keinginan atau keadaan yang kita kehendaki.
Dalam arti kebijaksanaan, titik beratnya
adalah adanya :
- proses pertimbangan
- menjamin terlaksananya suatu usaha
- pencapaian cita-cita/keinginan
Jadi politik adalah tindakan dari suatu
kelompok individu mengenai suatu masalah dari masyarakat atau negara.
Dengan demikian, politik membicarakan
hal-hal yang berkaitan dengan :
- Negara merupakan suatu organisasi dalam satu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang ditaati oleh rakyatnya.
- Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginannya.
- Pengambilan keputusan adalah aspek utama politik. Jadi, politik adalah pengambilan keputusan melalui sarana umum dan keputusan yang diambil menyangkut sektor publik dari suatu negara.
- KepentinganUmum : Kebijakan (policy) merupakan suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seseorang atau kelompok politik dalam memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu.
- Distribusi adalah pembagian dan pengalokasian nilai-nilai (value) dalam masyarakat. Nilai adalah sesuatu yang diinginkan dan penting, ia harus dibagi secara adil
Strategi Pembangunan Nasional dari Kemerdekaan Sampai Reformasi
Strategi
Pembangunan Nasional berdasarkan peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 7
tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2004-2009
menetapkan 2 (dua) strategi pokok,yaitu:
- Strategi penataan kembali Indonesia yang diarahkan untuk menyelamatkan system ketatanegaraan Republik Indonesia berdasarkan semangat,jiwa,nilai dan consensus dasar yang melandasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi Pancasila;Undang-undang Dasar 1945(terutama pembukaan Undang-Undang Dasar 1945);tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tetap berkembangnya pluralism dan keragaman dengan prinsip Bhineka Tunggal Ika.
- Strategi pembangunan Indonesia yang diarahkan untuk membangun Indonesia di segala bidang yang merupakan perwujudan dari amanat yang tertera jelas dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 terutama dalam pemenuhan dasar rakyat dan penciptaan landasan pembangunan yang kokoh.Sedangkan Strategi Pembagunan daerah Propinsi Jawa Barat yang tertuang dalam dokumen pola Dasar Pembangunan Daerah Propinsi Jawa Barat tahun 2003-2007, menetapkan 15 strategi pokok sebagai berikut:
- Meningkatkan kualitas demokrasi untuk mempercepat proses reformasi di segala bidang.
- Meningkatkan efektifitas birokrasi melalui peningkatan kualitas aparatur dan kualitas pelayanan.
- Memelihara ketertiban umum,ketentraman dan stabilitas keamanan.
- Meningkatkan penegakan hukum dalam segala bidang.
- Mempertahankan nilai-nilai agama dan budaya luhur masyarakat Jawa Barat (religious,silih asih,silih asah dan silih asuh) untuk mengantisipasi masuknya budaya dari luar yang dapat mempengaruhi budaya daerah.
- Meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan ,kesehatan dan lapangan pekerjaan.
- Meningkatkan kapasitas kemampuan sumber daya ilmu pengetahuan dan teknologi.
- Mengembangkan kegiatan utama ekonomi (agribisnis,pariwisata,SDM kelautan,industry manufaktur dan jasa)yang berbasis sumber daya local dengan system ekonomi kerakyatan.
- Memperkuat keterkaitan usaha untuk memantapkan struktur ekonomi.
- Mengurangi ketimpangan sumber daya ekonomi(SDM,teknologi,dana,pasar,dan prasarana)antar wilayah.
- Mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan untuk keseimbangan perkembangan antar wilayah.
- Meningkatkan dan mengembangkan infrastruktur wilayah yang mendukung terwujudnya struktur ruang yang mantap.
- Mewujudkan komposisi kawasan lindung 45 persen dan kawasan budidaya 55 persen pada tahun 2010 sesuai Renc ana Tata Ruang Wilayah Propinsi Jawa Barat.
- Meningkatkan kualitas daya dukung dan daya tamping lingkungan hidup melalui optimalisasi pengelolaan Daerah Aliran Sungai.
- Mengendalikan pencemaran air,tanah dan udara di kawasan perkotaan dan perdesaan.
Visi
dan misi strategi pembangunan nasional
Visi
- Terwujudnya kehidupan masyarakat,bangsa dan Negara yang aman ,bersatu,rukun,dan damai.
- Terwujudnya kehidupan masyarakat,bangsa dan Negara yang menjunjung tinggi hukum,kesetaraan dan hak azasi manusia.
- Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan kehidupan yang layak serta memberikan fondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan.
Misi
- Mewujudkan Indonesia yang aman dan damai.
- Mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis
- Serta mewujudkan Indonesia yang sejahtera
Langganan:
Postingan (Atom)